Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
GEDUNG Putih, Senin (25/1), mengatakan membangkitkan rencana untuk menempatkan Harriet Tubman, perempuan kulit hitam yang melarikan diri dari perbudakan dan menjadi pemimpin gerakan penghapusan perbudakan sebelum Perang Saudara, di mata yang US$20, proyek yang dibekukan oleh Donald Trump.
Jika benar terjadi, Tubman akan menjadi warga kulit hitam pertama yang ditampilkan di mata uang AS.
Proyek yang dicanangkan mantan Presiden AS Barack Obama, kembali mengemuka setelah serangkaian demonstrasi menentang rasisme dan kekerasan polisi terhadap warga kulit berwarna.
Baca juga: Biden Sebut AS di Ambang Herd Immunity
"Departemen Keuangan mengambil langkah untuk melanjutkan upaya menempatkan Harriet Tubman di mata uang US$20," ujar juru bicara presiden AS Jen Psaki.
"Merupakan hal penting bahwa mata uang kita merefleksikan sejarah dan keanekaragaman yang ada di negara ini. Citra Harrier Tubman di mata uang US$20 akan mencerminkan hal itu," lanjutnya.
Tubman terlahir sebagai budak pada 1822 namun melarikan diri dan kemudian kembali ke negara-negara di wilayah selatan AS untuk membantu membebaskan puluhan orang melarikan diri dari perbudakan, ke wilayah utara atau ke Kanada, sebelum dan selama Perang Saudara 1861.
Selepas Perang Saudara, Tubman menjadi pejuang hak perempuan hingga meninggal dunia pada 1913.
Kisah hidupnya, terutama kerjanya membantu para budak melarikan diri, telah ditampilkan dalam dilm Hollywood pada 2019.
Citra Tubman akan menggantikan posisi Andrew Jackson, presiden AS yang mendalangi 'Jejak Air Mata' karena mengusir suku-suku Indian saat dia memperluas wilayah AS. (AFP/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved