Sabtu 16 Januari 2021, 00:10 WIB

Biden Janjikan Program Besar

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Biden Janjikan Program Besar

AFP
Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden

 

PRESIDEN terpilih Amerika Serikat Joe Biden akan mengusulkan paket penyelamatan senilai US$1,9 triliun untuk memerangi kemerosotan ekonomi di AS akibat pandemi dan krisis covid-19.

“Tidak boleh ada waktu yang terbuang. Kita harus bertindak sekarang juga,” kata Biden seperti dikutip oleh harian The New York Times, kemarin.

Paket besar itu mencakup lebih dari US$400 miliar untuk memerangi pandemi secara langsung, termasuk mempercepat penyebaran vaksin dan dengan aman membuka kembali sebagian besar sekolah dalam waktu 100 hari.

Kemudian, US$350 miliar untuk membantu pemerintah negara bagian dan lokal dalam menjembatani kekurangan anggaran.

Paket itu juga memberikan lebih banyak bantuan untuk pekerja dan keluarga, termasuk pembayaran langsung sebesar US$1.400, tunjangan pengangguran yang lebih besar, cuti berbayar yang di amanatkan pemerintah federal untuk pekerja, dan subsidi besar untuk biaya perawatan anak.

“Kami akan menyelesaikan pekerjaan untuk memberikan bantuan senilai US$2.000 kepada orang-orang yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Asuransi pengangguran tambahan juga akan meningkat menjadi US$400 seminggu dari US$300 dan akan diperpanjang hingga September.

“Selama pandemi ini jutaan warga Amerika Serikat bukan karena kesalahan mereka sendiri telah kehilangan martabat dan rasa hormat yang terkait dengan pekerjaan dan gaji. Ada rasa sakit luar biasa yang membebani ekonomi riil,” tambahnya.

Biden juga berjanji akan membebaskan warga Amerika Serikat dari krisis virus korona dan baru-baru ini berjanji untuk meningkatkan upaya vaksinasi serta mengawasi pengiriman 100 juta dosis vaksin covid-19 selama 100 hari pertama.


Pengangguran meningkat

Kementerian Tenaga Kerja AS melaporkan 1,15 juta warga mengajukan klaim pengangguran terbaru dalam minggu pertama 2021, meningkat 25% dari minggu sebelumnya. Lalu, 284 ribu klaim lainnya diajukan untuk Pandemic Unemployment Assistance, sebuah program federal darurat untuk pekerja lepas yang biasanya tidak memenuhi syarat untuk mendapat tunjangan pengangguran. Negara itu juga kehilangan 140 ribu pekerjaan pada Desember 2020.

Situasi itu mendorong Biden untuk mengusulkan stimulus ekonomi yang jauh lebih besar daripada apa yang dilakukan pemerintahan Barack Obama saat menjabat di tengah resesi 2009.

Proposal penyelamatan Biden yang akan dibiayai sepenuhnya melalui peningkatan pinjaman federal, berasal dari gagasan bahwa virus dan pemulihan saling terkait.

Proposal tersebut, misalnya, akan mendanai 100 ribu petugas kesehatan masyarakat yang dapat melakukan tugastugas penting, seperti penjangkauan vaksin dan pelacakan kontak.

Menurut ekonom Aaron Sojourner, perekonomian AS kini membutuhkan peluncuran vaksin yang berhasil dan pengurangan risiko aktivitas
sosial dan ekonomi. “Itu akan sangat membantu dalam mendorong pemulihan. Tidak akan berhasil sepenuhnya, tetapi akan sangat bermanfaat,” imbuhnya. (X-11)

Baca Juga

AFP/FABRICE COFFRINI

Meski Ada Vaksin, WHO Ingatkan tak Longgarkan Upaya Lawan Pandemi

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 07:45 WIB
"Hadirnya vaksin adalah momen harapan besar, tetapi juga berpotensi menjadi momen di mana kita kehilangan...
Olympic.org

Presiden Tokyo 2020 Janji Hidupkan Kembali Semangat Rakyat Jepang

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 23:34 WIB
Dukungan masyarakat untuk mengadakan Olimpiade selama pandemi Covid-19...
americamagazine.org

Biden Kirim Tim Senior Periksa Perbatasan AS-Meksiko

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 23:30 WIB
Waktu kunjungan akan dirahasiakan karena masalah keamanan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya