Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Filipina dan Singapura Larang Kedatangan dari Inggris

MI
24/12/2020 02:20
Filipina dan Singapura Larang Kedatangan dari Inggris
Presiden Filipina Rodrigo Duterte(AFP)

PRESIDEN Filipina Rodrigo Duterte telah melarang semua penerbangan dari Inggris untuk mencegah penularan varian virus korona baru yang lebih cepat menyebar.

“Seluruh penerbangan Inggris ke Filipina ditangguhkan mulai 24 Desember hingga 31 Desember,” kata juru bicara kepresidenan Harry Roque, kemarin.

Semua penumpang yang telah berada di Inggris dalam 14 hari terakhir tepat sebelum datang ke Filipina, termasuk mereka yang transit, juga dilarang memasuki negara tersebut untuk jangka waktu yang sama.

Selain Filipina, Singapura melarang kedatangan dari Inggris. Itu berdampak signifikan bagi siapa pun yang memesan penerbangan melalui tujuan tersebut sebagai titik perhentian ke negara lain, seperti Australia.

Komisi tinggi Australia di London mengatakan penerbangan melalui Hong Kong juga terpengaruh akibat kebijakan itu.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan penumpang yang baru saja melakukan perjalanan ke Inggris tidak akan diizinkan masuk ke Singapura hingga pemberitahuan lebih lanjut.

“Semua pemegang pas jangka panjang dan pengunjung jangka pendek dengan riwayat perjalanan terbaru ke Inggris dalam 14 hari terakhir tidak akan diizinkan masuk ke Singapura, atau transit melalui Singapura. Ini juga akan berlaku untuk semua orang yang telah memperoleh persetujuan sebelumnya untuk masuk ke Singapura,” kata situs Kementerian Kesehatan yang dikutip harian The Guardian.

Di tempat terpisah, layanan kesehatan umum Inggris NHS mendesak Perdana Menteri Boris Johnson untuk memperpanjang periode transisi Brexit. Jika tidak, itu akan berisiko terhadap rumah-rumah sakit yang telah kewalahan menangani pasien covid-19.

“Karena Brexit makin dekat, kami mendesak Anda untuk memperpanjang periode transisi selama sebulan agar kami bisa lebih bersiap,” kata juru bicara NHS.

Inggris, yang telah memulai program vaksinasi massal pada bulan ini, memiliki rekor kematian tertinggi di Eropa akibat covid-19, dengan lebih dari 68 ribu kematian. Sementara itu, jumlah kasus positif terus bertambah menjadi lebih dari 2,1 juta kasus. (AFP/Aiw/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya