Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN AS terpilih Joe Biden dilaporkan telah memilih Jaksa Agung California Xavier Becerra sebagai menteri kesehatan. Jika dikonfirmasi oleh Senat, Becerra akan menjadi orang Latin pertama yang mengepalai Departemen Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan.
Becerra akan memimpin badan kesehatan tersebut saat negara itu berjuang untuk menangani kebangkitan virus korona, termasuk rekor infeksi dan jumlah kematian harian yang telah melampaui 2.000 dalam beberapa hari terakhir.
Tak hanya itu, AS juga tengah mempersiapkan upaya besar-besaran untuk memvaksinasi warganya dalam melawan covid-19. Lebih dari 282.000 warga AS meninggal karena covid-19, menurut Johns Hopkins University.
Penunjukan Becerra pertama kali dilaporkan oleh New York Times. Reuters juga mengutip dua sumber yang tidak disebutkan namanya, yang mengatakan Biden akan mencalonkan Becerra.
Pengumuman resmi tentang pilihan itu bisa datang paling cepat Senin (7/12), kata salah satu sumber yang mengetahui keputusan tersebut. Biden menunjuk beberapa anggota tim kesehatannya pekan lalu dan diharapkan mengumumkan tim lengkapnya pekan ini.
“Biden memenuhi komitmennya untuk menjadikan kabinet sebagai cerminan dari keragaman,” kata Wali Kota Long Beach, California, Robert Garcia, yang merupakan sekutu lama Becerra dan Biden.
Garcia mengatakan Becerra memiliki catatan yang kuat dalam perawatan kesehatan. “Presiden terpilih menunjuk seseorang dengan tingkat integritas dan kecerdasan tertinggi,” tambahnya.
Becerra terpilih sebagai Jaksa Agung California pada 2016, menggantikan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris setelah dia terpilih menjadi anggota Senat AS.
Selama menjabat, ia juga membela program hak imigran DACA di depan Mahkamah Agung.
Bahas vaksin korona
Kepala Penasihat Operation Warp Speed Moncef Slaoui pada Minggu (6/12) mengatakan bahwa dia berencana untuk bertemu dengan Presiden AS terpilih Joe Biden pekan ini guna membahas vaksin virus korona.
Slaoui mengatakan dirinya belum bertemu dengan Biden, yang mengkritik rencana distribusi vaksin di masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
“Kami sangat menantikannya karena sebenarnya semuanya telah direncanakan dengan sangat tepat,” kata Slaoui dalam wawancara dengan CBS.
Pada Jumat (4/12), Biden mengatakan timnya belum melihat rencana terperinci dari pemerintahan Trump untuk mendistribusikan vaksin ke berbagai negara bagian.
“Tidak ada rencana terperinci yang kami lihat, tentang bagaimana Anda mengeluarkan vaksin dari wadah, ke dalam jarum suntik, ke lengan seseorang,” kata Biden.
Proses distribusi vaksin yang perlu disimpan pada suhu yang sangat rendah, kata Biden, itu sulit dan mahal. “Masih banyak lagi yang harus dilakukan,” tambahnya.(CNA/ The Guardian/AFP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved