Rabu 02 Desember 2020, 01:25 WIB

Kasus Covid-19 di Meksiko Memburuk

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Kasus Covid-19 di Meksiko Memburuk

AFP
Petugas sedang memakamkan jenazah korban covid-19 di Meksiko

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyebut tren peningkatan kasus positif dan kematian akibat covid-19 di Meksiko dalam kondisi yang sangat buruk. Pemerintah Meksiko pun memprediksi pandemi mungkin akan terus memburuk hingga Januari.

Jumlah kematian akibat covid-19 di Meksiko hampir mencapai 106 ribu kasus, yang merupakan tertinggi keempat di dunia. Kasus yang terkonfi rmasi positif pun telah mencapai lebih dari 1,1 juta meski para ahli kesehatan masyarakat mengatakan angka sebenarnya amat mungkin jauh lebih tinggi.

“Jumlah peningkatan kasus dan kematian di Meksiko sangat mengkhawatirkan,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam jumpa pers di Jenewa, kemarin.

Menurut laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), setidaknya tujuh dari 54 rumah sakit umum Kota Meksiko yang merawat pasien covid-19 dengan tempat tidur yang dilengkapi respirator sudah penuh.

OCHA mengatakan 14 pusat kesehatan lainnya berisiko kewalahan dengan tempat tidur covid-19 melebihi 70%. Kementerian Kesehatan Meksiko melaporkan 63% dari semua tempat tidur rumah sakit umum untuk pasien covid-19 di ibu kota sudah terisi.

Di tempat terpisah, Wakil Menteri Kesehatan Meksiko Hugo Lopez-Gatell mengatakan kepada harian The Guardian pandemi amat mungkin akan terus memburuk di Meksiko hingga Januari.

Sejak karantina wilayah dicabut pada Juni, Meksiko enggan untuk menerapkannya kembali karena begitu banyak warga yang harus keluar setiap hari dan melakukan bisnis. Namun, beberapa negara bagian telah meningkatkan pembatasan untuk menahan pandemi dalam beberapa pekan terakhir.


Diskusi pandemi

Terkait dengan covid-19, Presiden terpilih AS Joe Biden telah berdiskusi dengan Sekjen PBB Antonio Guterres. “Biden dan Guterres juga membahas hal-hal terkait penanganan kebutuhan kemanusiaan, memajukan pembangunan berkelanjutan, menegakkan perdamaian dan keamanan dan menyelesaikan konflik, dan mempromosikan demokrasi dan hak asasi manusia,” kata tim transisi Biden.

Tim transisi Biden mengatakan kemitraan dalam memerangi pandemi dan perubahan iklim memang perlu diperkuat. Itu berbeda dengan Presiden Donald Trump yang menghindari pendekatan multilateral di dua bidang tersebut.

Sementara itu, Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengatakan dua vaksin untuk melawan covid-19 dapat tersedia untuk warga AS sebelum Natal.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) akan bertemu pada 10 Desember untuk mempertimbangkan otorisasi vaksin covid-19 Pfi zer. Vaksin itu, kata Azar, dapat disetujui dan dikirim dalam beberapa hari, dengan Moderna menyusul satu minggu di belakangnya.

Pemerintah federal, kata Azar, akan mengirimkan vaksin melalui sistem distribusi vaksin normal. Gubernur negara bagian yang akan menentukan ke mana vaksin harus dikirim terlebih dulu.

Azar dan Wakil Presiden Mike Pence akan berbicara dengan semua gubernur negara bagian untuk membahas vaksin dan kelompok orang
yang harus diprioritaskan. (AFP/Nur/X-11)
 

Baca Juga

AFP

Berbeda dengan Trump, Kebijakan Biden Banyak Fokus pada Lingkungan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 24 Januari 2021, 19:24 WIB
Selama empat tahun masa jabatannya, Trump membatalkan sekitar 100 peraturan tentang iklim dan...
AFP

Hari Ini Mesir Luncurkan Vaksinasi Sinopharm

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 24 Januari 2021, 17:55 WIB
Negara terpadat di wilayah Arab itu menerima gelombang pertama vaksin Sinopharm pada Desember...
AFP/Heiko Junge

Temukan Varian Covid-19 Asal Inggris, Oslo Perketat Pembatasan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Januari 2021, 12:32 WIB
Dua penghuni panti jompo itu, keduanya berusia di atas 90 tahun, dipastikan tewas karena varian covid-19 asal Inggris...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya