Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PM Inggris Isolasi Mandiri

Nur Aivanni
17/11/2020 00:10
PM Inggris Isolasi Mandiri
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson(AFP)

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson telah melakukan isolasi mandiri setelah diberi tahu bahwa dia melakukan kontak dengan seseorang yang dites positif covid-19.

“Dia akan terus bekerja dari Downing Street, termasuk memimpin tanggapan pemerintah terhadap pandemi virus korona,” menurut sebuah pernyataan dari kantornya, kemarin.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa Johnson dalam kondisi baik dan tidak memiliki gejala covid-19.

Pada Kamis (12/11), Johnson bertemu dengan sekelompok kecil anggota parlemen selama sekitar setengah jam, termasuk orang yang kemudian mengalami gejala virus korona dan dinyatakan positif.

Lalu pada Minggu (15/11), dia diberi tahu sistem tes dan Jejak Layanan Kesehatan Nasional dan dikatakan bahwa dia harus melakukan isolasi mandiri karena sejumlah faktor, termasuk lamanya pertemuan.

Para pejabat mengatakan mereka akan membahas dengan otoritas parlemen bagaimana Johnson dapat mengambil bagian dari jarak jauh dalam urusan Parlemen.

“Dia berencana untuk terus berbicara dengan para pejabat selama masa isolasi mandirinya,” kata mereka.

Namun, pernyataan itu tidak mengatakan berapa lama Johnson berencana akan melakukan isolasi mandiri tersebut, tetapi pedoman otoritas kesehatan Inggris menyebutkan bahwa siapa pun yang dihubungi sistem Tes dan Jejak Layanan Kesehatan Nasional harus dikarantina selama 14 hari.

Pada bulan April, Johnson juga pernah dirawat di rumah sakit dalam perawatan intensif setelah tertular virus korona.


Kasus melonjak

Jumlah kasus virus korona di Amerika Serikat telah melampaui 11 juta kasus pada Minggu, bertambh satu juta kasus baru dalam waktu  kurang dari seminggu. AS sendiri telah melewati ambang batas 10 juta kasus pada Senin (9/11).

Menurut data Johns Hopkins University, kenaikan jumlah kasus terjadi ketika kota-kota dan negara bagian di seluruh Amerika Serikat menerapkan pembatasan baru untuk menghentikan penyebaran virus, dengan aturan tinggal di rumah akan diberlakukan di Chicago.

Kemarin, data Johns Hopkins University menunjukkan bahwa beban kasus AS yang dikonfi rmasi sebanyak 11.025.046 dan ada
246.108 kematian.

AS telah menyaksikan lonjakan kasus virus korona yang mengkhawatirkan sejak awal November. Lonjakan tersebut memaksa pejabat lokal dan negara bagian untuk mengambil langkah yang lebih drastis demi mengurangi penyebaran penyakit. Sementara banyak rumah sakit sudah memperingatkan bahwa mereka kehabisan sumber daya.

Terpisah, penasihat ilmiah Joe Biden akan bertemu dengan pembuat vaksin dalam beberapa hari mendatang. Transisi kepresidenan sendiri masih terhenti karena penolakan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui kekalahan dalam pemilu.

“Penyerahan yang tertunda ke pemerintahan berikutnya tersebut menjadi masalah. Tentu akan lebih baik jika kita bisa mulai bekerja dengan mereka,” kata Kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci, yang telah melalui banyak transisi presiden selama 36 tahun mengabdi di pemerintahan.

Hubungan presiden terpilih ke produsen vaksin dilakukan ketika pandemi virus korona di Amerika Serikat telah memasuki fase yang mungkin paling berbahaya. (AFP/X-11)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya