Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

ASEAN Harus Tunjukkan Kepemimpinannya di Komunitas Global

Nur Aivanni
11/11/2020 21:29
ASEAN Harus Tunjukkan Kepemimpinannya di Komunitas Global
Logo ASEAN(Antara/Widodo S Jusuf)

ASEAN harus menunjukkan kepemimpinannya dalam komunitas global. Hal itu disampaikan Assistant Professor Departement of International Relations, Bina Nusantara University Moch. Faisal Karim saat menanggapi mengenai sentralitas ASEAN dan perannya dalam memastikan lembaga dan negara anggotanya tidak terjebak di tengah-tengah 'kekuatan besar' dunia.

"Saya pikir ASEAN harus menunjukkan kepemimpinannya di komunitas global," katanya dalam webinar yang bertajuk Talking ASEAN on "Analysing ASEAN's Centrality and Its Commitment to Regional Peace and Stability", Rabu (11/11).

Ia mengatakan bahwa ASEAN harus memiliki visi untuk menjadi aktor di kancah internasional, terutama terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. ASEAN, sambungnya, bisa memberikan solusi terkait isu global tersebut, misalnya ASEAN memiliki agenda untuk menurunkan ketegangan di antara kedua negara tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Senior Researcher Department of Politics and International Relations, Centre of Strategic and International Studies (CSIS) Lina Alexandra. Ia menekankan, ASEAN perlu bersatu agar tidak terjebak di antara 'kekuatan besar' dunia. Namun, sambungnya, itu membutuhkan kepemimpinan.

"Sayangnya, itu perlu kepemimpinan, yang sangat ingin kita lihat di ASEAN sekarang. Bukan kita menunjuk yang lain, kita menunjuk pada diri kita sendiri, di mana Indonesia?," tukasnya.

Baca juga : Badan PBB untuk Pengungsi Palestina Kesulitan Dana

Terkait dinamika politik yang terjadi di Amerika Serikat pascapemilihan presiden pada 4 November, Faisal mengatakan pembuat kebijakan di ASEAN harus mulai memikirkan hal tersebut. ASEAN, menurutnya, perlu menarik kembali kepentingan AS di kawasan Asia Tenggara.

Selama pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump, terangnya, AS fokus pada hubungannya dengan Tiongkok, Timur Tengah dan Korea Utara.

Faisal memperkirakan ASEAN tidak akan menjadi prioritas di awal kepemimpinan Presiden terpilih Joe Biden. Pasalnya, kata dia, dalam satu hingga dua tahun pemerintahan AS di bawah Joe Biden akan fokus untuk memperbaiki kebijakan luar negeri yang telah dilakukan Trump.

"Karena terlalu banyak agenda politik luar negeri yang perlu dia perbaiki," katanya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya