Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN mengenakan masker dan sarung tangan, para pekerja memverifikasi dan menghitung satu per satu surat suara yang tersisa dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang belum diputuskan.
Kini, dunia sedang menyaksikan. Begitu pula, tim kampanye Presiden AS Donald Trump dan penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden bersama tim pengacara mereka.
Sejumlah besar jurnalis dari seluruh dunia pun berkumpul, mengintai ruang untuk merekam apa yang akan menjadi momen bersejarah.
Baca juga: Biden Selangkah Lagi ke Gedung Putih, Trump Beralih ke Pengadilan
Sering kali tidak banyak yang bisa dilihat, hanya para pekerja yang berpakaian santai dan terkadang dengan lanyard dan ID di leher mereka menjalankan tugas.
Mereka memeriksa validitas tumpukan surat suara yang dikirim melalui pos, metode yang disukai banyak pemilih tahun ini karena pandemi covid-19, kemudian menyortir dan menjalankannya melalui mesin hitung.
Jelang hari pemilihan, Selasa (3/11), ada peringatan berulang mengenai jumlah dari surat suara yang dikirim melalui pos tersebut. Pasalnya, prosesnya bisa lebih lama dan akan membutuhkan kesabaran. Prediksi tersebut pun terbukti tepat.
Di beberapa kota, seperti Philadelphia, pengunjuk rasa berkumpul di luar pusat penghitungan dan tim dari Presiden Trump mendesak untuk mendapat akses yang lebih besar dan tanpa bukti berusaha menyebarkan keraguan lebih lanjut tentang proses tersebut ketika Biden bergerak ke puncak perolehan suara elektoral yang cukup untuk meraih kemenangan.
Pada Kamis (5/11), ada segelintir pengunjuk rasa di Atlanta, Georgia. Namun, ada suasana santai dan hampir biasa-biasa saja saat penghitung surat suara fokus pada pekerjaan mereka.
Gabriel Sterling, dari kantor sekretaris negara bagian Georgia, yang mengawasi penyelenggaraan pemilu, berbicara tentang selisih kecil antara dua kandidat di negara bagiannya.
"Kami mengetahui fakta itu," katanya.
Sterling, Kamis (5/11) pagi, mengatakan bahwa ada sekitar 60.000 suara yang masih harus dihitung.
Di sisi lain, di Las Vegas, para pekerja dipisahkan sekat kaca. Dengan bersarung tangan, mereka memasukkan surat suara melalui mesin hitung, salah satu dari serangkaian langkah dalam proses verifikasi dan tabulasi suara.
Saat berbicara dengan menggunakan masker, Joe Gloria, pencatat pemilih untuk Clark County, yang mencakup Las Vegas, tampak agak tergesa-gesa saat menjelaskan kepada wartawan tentang pekerjaan yang tersisa.
Namun, dia juga mengingatkan meskipun penghitungan bisa tampak menjemukan dan membosankan, ada ketegangan yang mendasari penghitungan tersebut.
Gloria pun ditanya mengenai aksi protes pada Rabu (4/11) malam apakah dia merasa aman.
"Saya bisa memberitahu Anda bahwa suami dan ibu saya sangat mengkhawatirkan saya, tetapi kami memiliki keamanan di sini," katanya.
"Saya merasa aman. Kami akan baik-baik saja. Kami akan terus menghitung. Kami tidak akan mengizinkan siapa pun untuk menghentikan kami melakukan tugas kami dalam menghitung surat suara," pungkasnya. (AFP/OL-1)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PERDANA Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos bahwa Dewan Perdamaian Gaza menawarkan jalan keluar.
ANGKATAN Bersenjata Kanada membuat model untuk mempersiapkan kemungkinan invasi Amerika Serikat (AS) setelah Donald Trump mengatakan ingin mencaplok wilayahnya.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Amerika Serikat mewajibkan calon tentara setidaknya memiliki kartu izin tinggal permanen (Green Card) atau telah menjadi warga negara AS (US Citizen).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Andini merupakan perempuan kelahiran Indonesia yang memutuskan untuk meniti karier di Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved