Selasa 27 Oktober 2020, 11:02 WIB

AS Jual Sistem Pertahanan Pantai Senilai US$2,4 M ke Taiwan

Faustinus Nua | Internasional
AS Jual Sistem Pertahanan Pantai Senilai US$2,4 M ke Taiwan

AFP/Handout / TAIWAN DEFENCE MINISTRY
Kapal tempur Taiwan menembakkan rudal Harpoon buatan AS.

 

AMERIKA Serikat (AS), Senin (26/10), mengumumkan telah menyetujui penjualan 100 sistem pertahanan pesisir Harpoon ke Taiwan senilai US$2,4 miliar. Langkah itu tentu akan menambah kemarahan Tiongkok menyusul kesepakatan rudal Washington senilai US$1 miliar, pekan lalu, dengan Taiwan.

"(Sistem Harpoon) akan membantu meningkatkan keamanan penerima dan membantu dalam menjaga stabilitas politik, keseimbangan militer dan kemajuan di kawasan," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

Kesepakatan itu melibatkan 100 Harpoon Coastal Defense Systems (HCDS), yang mencakup 400 RGM-84L-4 Harpoon Block II Surface Launched Missiles dengan jangkauan maksimum 125 km. Rudal, diproduksi oleh Boeing, dapat ditempatkan di platform tetap atau dipasang di truk.

Baca juga: AS Kembali Jatuhkan Sanksi untuk Minyak Iran

Taiwan yang demokratis dan berpemerintahan sendiri hidup di bawah ancaman invasi Tiongkok terus-menerus. Pasalnya, para pemimpin Beijing memandang pulau itu sebagai bagian dari wilayah mereka.

Tiongkok berjanji suatu hari akan merebut pulau itu, dengan kekerasan jika perlu. Beijing telah meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Taiwan sejak pemilihan Presiden Tsai Ing-wen pada 2016, yang memandang pulau itu sebagai negara berdaulat de facto dan bukan bagian dari "satu Tiongkok".

Jet tempur dan pesawat pengebom Tiongkok telah memasuki zona pertahanan udara Taiwan dengan frekuensi yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Sementara film propaganda telah menunjukkan serangan simulasi di wilayah seperti Taiwan.

Rabu (21/10) lalu, AS mengatakan telah menyetujui penjualan 135 rudal jelajah AGM-84H SLAM-ER yang dipandu presisi dan diluncurkan dari udara senilai US$1 miliar - yang tidak seperti Harpoon memiliki jangkauan lebih dari lebar Selat Taiwan yang memisahkan pulau dari daratan Tiongkok.

Sebagai tanggapan, Beijing, Senin (26/10), mengatakan akan menjatuhkan sanksi pada Lockheed Martin, divisi pertahanan Boeing dan perusahaan AS lainnya yang terlibat penjualan senjata.

Juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Zhao Lijian mengatakan sanksi itu terkait kepentingan 'Negeri Tirai Bambu' itu.

"Untuk melindungi kepentingan nasional dan akan berlaku bagi mereka yang berperilaku buruk dalam proses penjualan senjata ke Taiwan," katanya.

Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, AS telah membawa Taiwan ke dalam permainan sebagai bagian dari tekanan diplomatik dan ekonomi yang lebih luas atas Tiongkok. AS mengirim utusan tingkat tinggi dan meningkatkan penjualan senjata ke pulau itu. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/JOEL SAGET

Malaysia Pesan 12,8 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 28 November 2020, 16:30 WIB
Pfizer akan memberikan satu juta dosis pertama pada kuartal pertama 2021, diikuti dengan 1,7 juta dosis, 5,8 juta, dan 4,3 juta dosis pada...
Medcom.id

Korsel Gagalkan Upaya Korut Retas Pembuat Vaksin Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 28 November 2020, 16:15 WIB
Korea Utara belum mengonfirmasi kasus covid-19, tetapi NIS mengatakan wabah di sana tidak dapat...
AFP

Iran akan Balas Dendam Atas Kematian Ilmuwan Nuklirnya

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 28 November 2020, 15:06 WIB
Mohsen Fakhrizadeh disergap dengan bahan peledak dan tembakan di kota Absard, 70 km (44 mil) timur...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya