Rabu 21 Oktober 2020, 02:45 WIB

DK PBB Minta Armenia dan Azerbaijan Hormati Gencatan Senjata

DK PBB Minta Armenia dan Azerbaijan Hormati Gencatan Senjata

AFP
Tentara Armenia sedang berjaga di pos perbatasan

 

ANGGOTA Dewan Keamanan PBB meminta Armenia dan Azerbaijan untuk menghormati gencatan senjata baru di Nagorno-Karabakh selama pertemuan tentang wilayah yang disengketakan dilangsungkan kemarin.

DK PBB membahas secara tertutup pertempuran tersebut, yang telah menewaskan ratusan orang sejak bentrokan meletus pada 27 September, di Markas Besar PBB, New York.

Selama pertemuan yang diminta Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat itu, 15 anggota dewan tersebut mengatakan kembali permintaan Sekjen PBB Antonio Guterres agar pihak-pihak menghormati gencatan senjata baru.

“Semua orang mengatakan hal yang sama: situasinya buruk dan kedua pihak harus mundur dan menghormati seruan Sekretaris Jenderal untuk gencatan senjata,” kata seorang diplomat PBB kepada AFP.

Rusia, kata para diplomat, sedang mengerjakan pernyataan yang akan menyerukan pematuhan gencatan senjata. 

Teks tersebut, yang diharapkan akan disepakati di antara anggota dewan minggu ini, juga akan meminta Armenia dan Azerbaijan untuk melanjutkan negosiasi yang difasilitasi Minsk Group.

Rusia, Prancis, dan AS mengetuai Minsk Group, yang dibentuk Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama pada 1992 untuk menemukan solusi bagi konflik teritorial tersebut.

Nagorno-Karabakh ialah wilayah yang memisahkan diri dari Azerbaijan yang sebagian besar dihuni etnik Armenia dan didukung Armenia.

Armenia dan Azerbaijan secara sporadis telah bertempur atas wilayah itu sejak runtuhnya Uni Soviet. Separatis etnik Armenia merebut wilayah Nagorno-Karabakh dari Baku dalam perang 1990-an yang merenggut 30 ribu nyawa.

Pertempuran saat ini ialah yang terburuk dalam perselisihan selama puluhan tahun sejak 2016.

Gencatan senjata baru tersebut ialah kesepakatan kedua setelah gencatan senjata sebelumnya di Moskow awal bulan ini yang tidak pernah menunjukkan tanda-tanda akan bertahan secara serius. (AFP/Nur/I-1)

Baca Juga

AFP

Angkatan Bersenjata Sudan Tahan Perdana Menteri dan Pejabat Lainnya

👤Nur Aivanni 🕔Senin 25 Oktober 2021, 16:21 WIB
Puluhan demonstran membakar ban mobil saat mereka berkumpul di jalan-jalan ibu kota untuk memprotes penahanan tersebut, menurut seorang...
Ist/Greenbiz

ASEAN Harus Siap Hadapi Disrupsi Ekonomi dengan Sejumlah Tantangan

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 25 Oktober 2021, 16:16 WIB
Digitalisasi bergantung sekali pada energi. Sedangkan energi sendiri harus ditunjang availability. Dekarbonisasi adalah kunci untuk...
Biro Pers Sekretariat Presiden/ Rustam

Presiden: ASEAN Harus Maju Bersama

👤Andhika prasetyo 🕔Senin 25 Oktober 2021, 15:58 WIB
Yang pertama adalah penanganan kesehatan yang tidak boleh mengendur meski situasi sudah mulai...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Proyek Strategis Terus Melaju

Pemerintah perlu melakukan berbagai langkah extraordinary agar realisasi PSN dapat berjalan lebih maksimal.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya