Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, telah menandatangani empat perintah terkait dengan bantuan bagi korban virus korona baru (covid-19).
Ini muncul setelah hasil jajak pendapat menunjukkan warga AS tidak puas terhadap langkah pemerintah dalam menangani pandemi. Salah satu peraturan presiden tersebut ialah mengalokasikan dana US$400 per minggu untuk tunjangan pengangguran.
Tiga tindakan lainnya ialah memorandum tentang bebas pajak bagi warga berpenghasilan kurang dari US$100 ribu setahun, bantuan untuk penyewa dan pemilik rumah, serta sebuah memorandum tentang penangguhan pembayaran pinjaman mahasiswa.
Tindakannya datang setelah Partai Demokrat dan Gedung Putih tidak dapat mencapai kesepakatan tentang RUU stimulus ekonomi minggu ini. Ini juga terjadi ketika AS menandai tonggak sejarah yang suram dengan munculnya 5 juta kasus covid-19.
Namun, memorandum tentang peningkatan tunjangan pengangguran 25% di antaranya diminta untuk dipenuhi negara bagian dipandang sebagai upaya rumit yang mungkin tidak membantu banyak pengangguran.
“Ini ialah uang yang mereka butuhkan, ini ialah uang yang mereka inginkan, bantuan ini akan memberi mereka insentif untuk kembali bekerja,” kata Trump.
Langkah Trump tersebut menuai kritik langsung dari beberapa politikus Partai Demokrat. “Donald Trump mencoba mengalihkan perhatian dari kegagalannya menangani pandemi dengan memperpanjang bantuan federal sebesar US$600 per minggu untuk 30 juta pekerja yang menganggur dengan mengeluarkan perintah eksekutif ilegal.
Skema ini ialah tipuan klasik Donald Trump,” kata Senator Ron Wyden, pejabat tinggi Demokrat di Komite Keuangan Senat. Sebelumnya, Dewan Perwakil an Rakyat AS yang dikuasai Demokrat mengesahkan paket dukungan bagi korban virus korona pada Mei lalu. Namun, usulan itu ditolak di Senat yang dikontrol politikus Partai Republik yang mendukung Trump.
Kasus Selandia Baru
Terkait dengan covid-19, Selandia Baru kemarin menandai 100 hari tanpa penularan.
Namun, pemerintah Selandia Baru memperingatkan agar warga tidak berpuas diri karena negara-negara seperti Vietnam dan Australia yang pernah sukses mengatasi virus, sekarang kembali berjuang meredam kebangkitan virus itu.
“Mencapai 100 hari tanpa penularan ialah tonggak penting. Namun, seperti yang kita semua tahu, kita tidak boleh berpuas diri,” kata Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield.
Kesuksesan Selandia Baru melawan covid-19 telah menjadikan negara kepulauan Pasifi k berpenduduk 5 juta orang itu sebagai salah satu tempat teraman di dunia saat ini.
Selandia Baru, pada minggu lalu, meningkatkan jumlah pengujian di fasilitas dan klinik karantina. Negara itu juga mulai memanfaatkan teknologi untuk melacak orang menggunakan bluetooth.
Perdana Menteri Jacinda Ardern memulai kampanye pemilihan ulangnya pada pekan lalu dengan menonjolkan keberhasilan penanganan pandemi. Namun, jika kasus covid-19 muncul kembali, peluang nya akan merosot dan bisa dimanfaatkan kubu oposisi. (AFP/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved