Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Malaysia Ijinkan Pasien Asal Indonesia Berobat selama PKPP

Antara
20/7/2020 10:25
Malaysia Ijinkan Pasien Asal Indonesia Berobat selama PKPP
Para perawat Malaysia mengenakan masker untuk mencegah penularan virus korona saat merayakan Hari Perawat Internasional di Selayang.(AFP/MOHD RASFAN )

SAMA seperti negara-negara Asia lainya, Malaysia juga terkena pandemi covid-19. Namun kini 'Negeri Jiran' itu sudah memasuki fase pemulihan Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) yang dimulai pada 10 Juni hingga 31 Agustus.  

Manajemen penanganan pandemi yang dijalankan oleh pemerintah Malaysia terbukti berhasil meratakan kurva kasus covid-19. Hal ini didukung oleh laporan Kementerian Kesehatan Malaysia yang menyatakan jumlah pasien virus korona telah berkurang secara signifikan, sejak wabah covid-19 mulai ada, dengan total 8.524 pasien yang telah kembali dari rumah sakit, dan tingkat pemulihan sebesar 97,7%.

Baca juga: Malaysia Tegas Larang WNA Masuk ke Negaranya

Seiring dengan kondisi tersebut Pemerintah Malaysia juga mengumumkan dibukanya kembali perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan dari luar negeri pada 19 Juni lalu. Sejalan dengan kebijakan pemerintah, Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) juga menyampaikan sejumlah prosedur operasi standar (SOP) yang telah disetujui oleh pemerintah terkait perawatan kesehatan di Malaysia.

Menurut Chief Commercial Officer, Malaysia Healthcare Travel Council, Yazmin Azman pandemi covid-19 telah memberikan dampak yang besar baik kepada masyarakat global dan juga terhadap industri kesehatan, terutama masyarakat yang selama ini membutuhkan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

"Kesehatan dan keselamatan pasien serta pengunjung merupakan prioritas utama kami, terutama saat melakukan perawatan kesehatan di Malaysia. Kami percaya bahwa inisiatif ini memungkinkan wisatawan kesehatan untuk kembali mendapatkan akses pelayanan kesehatan di negara di mana covid-19 ditangani dengan baik."

“Kami menyambut baik keputusan pemerintah untuk kembali membuka perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan, yang diikuti dengan kontrol dan protokol kesehatan yang sangat ketat. Hal ini menandai kemajuan yang sangat positif untuk perekonomian Malaysia serta bangkitnya industri wisata kesehatan kami," tambah Yazmin

Pada periode PKPP ini, pintu masuk internasional masih ditutup dan belum menerima kedatangan wisatawan luar negeri. Namun, pariwisata domestik secara bertahap telah dibuka. Selama periode pemulihan menuju new normal ini beberapa kegiatan dan sektor akan dilonggarkan atau dibuka berdasarkan SOP yang ditetapkan. Perizinan perawatan kesehatan diberikan dengan sejumlah SOP yang ketat dan hanya berlaku kepada pasien dengan kategori khusus.

Vice President Facilitation, Malaysia Healthcare Travel Council, Norhaslina Othman menjelaskan  saat ini Malaysia Healthcare memasuki tahap 1. Pada masa ini hanya wisatawan kesehatan yang membutuhkan perawatan khusus dan intensif, termasuk pasien dari Indonesia, dapat mengajukan permohonan masuk ke Malaysia selama periode PKPP. Pasien wajib membuat appointment letter dengan rumah sakit anggota MHTC, rumah sakit kemudian akan mengajukan ‘Izin Masuk Malaysia untuk Perawatan Medis’ melalui MHTC atas nama pasien dan efektif sejak 1 Juli.

Pasien yang akan menjalani perawatan kesehatan wajib mematuhi peraturan imigrasi yang difasilitasi oleh MHTC. Pasien harus menjalani isolasi selama 14 hari di rumah sakit anggota MHTC sesuai dengan protokol isolasi yang berlaku di setiap rumah sakit tersebut. SOP ini tidak hanya berlaku kepada pasien yang sudah pernah berobat ke rumah sakit itu,  SOP berlaku pula pada semua calon wisatawan kesehatan yang mendaftar melalui MHTC untuk tujuan perawatan.

“Kami senantiasa berupaya memberikan yang terbaik dari Malaysia Healthcare sebagai penyedia layanan kesehatan . Dengan dibukanya akses perawatan kesehatan bagi pasien luar negeri yang membutuhkan perawatan secara intensif, kami berharap wisatawan kesehatan akan terus mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Malaysia terutama di masa pandemi ini,” ujar Norhaslina Othman. (Ant/A-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Maulana
Berita Lainnya