Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
RAPPER Amerika Serikat (AS) Kanye West, Minggu (19/7), menangis saat menggelar kampanye dalam upaya mengalahkan Presiden Donald Trump di pemilu, November mendatang.
Mengenakan rompi antipeluru bertuliskan 'security', West memberikan pidato melantur mengenai bagaimana dia menginginkan istrinya melakukan aborsi dan menyebut Harriet Tubman tidak pernah membebaskan para budak.
West, dalam acara kampanye di Charleston, South Carolina, mengatakan dirinya sempat menginginkan istrinya, Kim Kardashian, melakukan aborsi saat mengandung North, putri tertua mereka.
Baca juga: Biden Unggul, Trump Sebut Jajak Pendapat itu Palsu
West kemudian mengatakan bahwa ayahnya sebenarnya juga ingin agar ibunya mengaborsi dirinya.
"Ayah saya ingin mengaborsi saya. Ibu saya menyelamatkan saya. Bisa saja tidak ada Kanye West karena ayah saya terlalu sibuk," kata West kemudian menangis.
Dia kemudian berteriak, "Saya hampir membunuh putri saya! Saya hampir membunuh putri saya!"
Dalam kampanye itu, West juga mengatakan, "Harriet Tubman tidak pernah membebaskan para budak. Dia hanya mengirimkan budak itu untuk bekerja untuk orang kulit putih lainnya."
Rekaman pidato West yang menjadi viral di media sosial memicu kebingungan, kemarahan, dan kekhawatiran mengenai kesehatan mental penyanyi itu.
Kurang dari empat bulan menjelang pemilu AS, West, secara mengejutkan pada 4 Juli mengumumkan akan mencalonkan diri sebagai presiden melawan Trump. (AFP/OL-1)
TIONGKOK meminta Presiden Amerika Serikat menghentikan operasi militer terhadap Iran. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan serangan ke negara teluk tersebut.
Inggris memimpin pembicaraan dengan 40 negara untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah blokade Iran dan sikap lepas tangan Donald Trump.
Iran melalui IRGC mengancam akan menyerang 18 perusahaan teknologi AS di Timur Tengah, termasuk Google, Microsoft, dan Apple. Simak daftar lengkapnya.
Presiden AS Donald Trump sebut tujuan militer di Iran hampir tercapai, tetapi siapkan serangan besar dalam 2-3 minggu ke depan. Simak selengkapnya.
Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Media pemerintah Iran menyebut layanan internet satelit Starlink milik miliarder Amerika Serikat, Elon Musk, sebagai target yang sah untuk diserang.
Menurut sumber, Trump telepon Mohammed bin Salman bahas peluang gencatan senjata Iran. AS kirim proposal ke Teheran, konflik picu lonjakan harga energi global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved