Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA petinggi Partai Republik mulai khawatir jelang kontestasi pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada November nanti.
Pasalnya, sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump belakangan ini dinilai telah menurunkan popularitasnya jika dibandingkan dengan lawannya, Joe Biden, dari Partai Demokrat.
Beberapa jajak pendapat dari sejumlah media di AS menunjukkan suara untuk Trump selalu berada di belakang Biden. Apalagi dengan kebijakan penanganan covid-19, ekonomi, dan juga kasus rasial di AS membuat kekhawatiran tersebut mulai terasa di kubu Republik.
“Dia harus kembali dan menjadi presiden yang dapat diterima dan kemudian mengalahkan Biden,” kata seorang politisi Republik seperti dilansir CNA, Jumat (3/7).
“Orang bertanya apakah dia menginginkan (periode 2) ini lagi? Apakah dia mencari strategi lain?” sambungnya.
Beberapa pendukung kecewa ketika Trump tidak menanggapi secara langsung rencana masa jabatan keduanya. Dalam acara Fox News Channel, Trump hanya menguraikan kebijakannya di periode partama untuk membangun kembali ekonomi AS menghadapi Tiongkok. Hal itu tidak menentukan apa yang bisa dia lakukan 4 tahun mendatang.
“Dia perlu menguraikan mengapa dia menginginkan masa jabatan keduanya,” kata pejabat Partai Republik yang akrab dengan dinamika internal Gedung Putih.
Dalam sebuah memo pada Minggu (28/6) wakil manajer kampanyenya, Bill Stepien, justru menolak angka-angka jajak pendapat. Menurut data internal pihaknya, Trump se harusnya memimpin dari Biden sebab antusias pemilih dan pendukungnya tetap kuat di berbagai negara bagian yang menjadi basis kemenangan.
Salah satu jajak pendapat yang dilakukan Reuters/Ipsos terbaru menunjukkan keunggulan Biden atas Trump. Jajak pendapat yang dilakukan se cara online minggu ini tersebut memantapkan Biden dengan keunggulan delapan poin persentase.
Pekan lalu, Biden juga unggul terhadap Trump. Jajak pendapat itu menunjukkan margin 10 poin persentase. (CNA/Van/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved