Jumat 17 April 2020, 08:46 WIB

Harga Emas Jatuh di Tengah Aksi Ambil Untung

Harga Emas Jatuh di Tengah Aksi Ambil Untung

AFP
Ilustrasi

 

HARGA emas turun lagi pada akhir perdagangan Kamis (16/4) di Amerika Serikat yang memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut karena aksi ambil untung masih berlanjut.

Meski dolar AS menguat, beberapa data ekonomi Amerika Serikat tampak melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh 8,5 dolar AS atau 0,49% menjadi ditutup pada 1731,7 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, emas berjangka merosot 28,7 dolar AS atau 1,62% menjadi 1.740,2 dolar AS per ounce.

Investor melepas kepemilikan emas mereka, setelah selama empat hari perdagangan bertengger di posisi tertinggi sejak Oktober 2012.

 

“Dengan pembicaraan tentang bagaimana pemerintah-pemerintah akan membuka kembali ekonomi. Emas tampaknya difokuskan untuk bergerak melewati puncak pandemi. Tetapi cerita utama adalah bahwa emas telah didukung dengan cukup baik di lingkungan di mana kita melihat sejumlah bank sentral dan stimulus fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pemerintah-pemerintah di seluruh dunia," ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, Jumat (17/4).

Emas mendapat dukungan ketika laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan 5,2 juta orang Amerika mencari tunjangan pengangguran pekan lalu. Jumlah ini turun dari 6,6 juta yang sedikit direvisi minggu sebelumnya, tetapi mengangkat total pengajuan klaim selama sebulan terakhir di atas 20 juta orang.

Presiden AS Donald Trump berencana untuk mengumumkan pedoman baru guna membuka kembali perekonomian setelah penghentian wabah selama sebulan.

Meski demikian, ada kekhawatiran dari para ahli kesehatan, gubernur dan pemimpin bisnis tentang kebangkitan dalam kasus-kasus tanpa lebih banyak pengujian dan protokol yang berlaku.

Di sisi lain, indeks dolar mencapai tertinggi satu minggu terhadap mata uang saingannya. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama naik 0,6 poin atau 0,6% ke level 100,06 pada pukul 17.50 GMT.

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan malapetaka di pasar global, menghentikan kehidupan dan aktivitas ekonomi di seluruh dunia, menginfeksi lebih dari 2 juta dan membunuh 136.667.

"Ketidakpastian kesehatan, keuangan, dan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 dan akibatnya kemungkinan akan terus mendukung reli emas hingga tahun 2021. Kami percaya suku bunga rendah, akomodasi moneter, dan pengeluaran fiskal di seluruh dunia untuk waktu mendatang akan memperkuat dan memperpanjang reli emas," ujar James Steel, kepala analis logam mulia di HSBC.

Konsumsi emas fisik di India, pembeli logam mulia terbesar kedua, bisa mencapai level terendah tiga dekade pada 2020 karena karantina secara nasional telah menutup toko perhiasan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 11,7 sen atau 0,75% menjadi ditutup pada 15,622 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli jatuh 11,3 dolar AS atau 1,4%, menjadi berakhir di 793,3 dolar AS per ounce. (OL-8)

Baca Juga

dok.mi

Presiden AAYG Dukung Pemerintah RI Wujudkan Perdamaian Dunia

👤mediandonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:45 WIB
Presiden Asian African Youth Government (AAYG), Respiratori Saddam Al Jihad mendukung pemerintah RI untuk terlibat aktif mewujudkan...
dok.AFP

Ukraina Klaim Sukses Buat Rusia Kelabakan di Krimea

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:21 WIB
Ukraina telah menyatakan kesuksesan atas sejumlah serangan di Krimea yang membuat Rusia panik. Kyiv akan melanjutkannya sampai kekuatan...
AFP/MOHAMMED ABED

Israel Akhirnya Akui Membunuh 5 Anak Palestina yang Sedang Bermain

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:52 WIB
Saat terjadinya serangan, militer Israel sempat mengklaim kelima anak itu tewas akibat terkena roket milik Jihad...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya