Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Hunian di Hong Kong Melonjak karena Karantina Dini

Nur Aivanni
27/3/2020 22:11
Hunian di Hong Kong Melonjak karena Karantina Dini
.(AFP)

KETIKA Ribuan warga Hong Kong dan ekspatriat kembali ke kota itu, banyak yang mencari tempat perlindungan di hotel-hotel. Mereka takut apartemen-apartemen sempit di salah satu pasar properti termahal di dunia itu dapat membahayakan keluarga atau teman sekamar mereka.

Menjaga jarak di Hong Kong sangat sulit. Sebagian besar populasi kota yang berpenduduk 7,4 juta itu tinggal di apartemen yang rata-rata tidak lebih besar dari 46 meter persegi.

Kekhawatiran itu telah memicu lonjakan tingkat hunian hotel-hotel di Hong Kong yang siap menerima tamu untuk melakukan karantina sendiri, bahkan ketika sebagian besar industri berjuang dengan keterpurukan akibat virus korona.

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (27/3), seorang ekspatriat yang telah tinggal di Hong Kong selama lebih dari 12 tahun memilih untuk melakukan karantina sendiri di sebuah hotel ketika kembali pada pekan lalu. Ia khawatir jika pulang ke apartemen dua kamarnya itu dapat membahayakan istri dan dua putrinya.

"Kalau-kalau saya memilikinya (virus korona), saya tidak ingin membuat mereka sakit," katanya yang tidak ingin menyebutkan namanya.

Bahkan sebelum pemerintah menerapkan karantina wajib selama 14 hari untuk semua kedatangan pada 19 Maret, banyak orang yang kembali itu secara sukarela mengisolasi diri di kamar hotel.

Jumlah orang yang kembali telah membengkak dengan masuknya siswa yang datang dari luar negeri di mana virus itu menyebar dengan cepat, saat tingkat infeksi Hong Kong tetap relatif rendah, kata para pejabat. Lebih dari 77.000 warga Hong Kong telah kembali sejak karantina wajib diberlakukan, menurut angka pemerintah.

Sebuah hotel bintang empat di Pulau Hong Kong, yang saat awal wabah virus pada Januari hanya 15 persen kamarnya ditempati, mengatakan kini 60 persen kamarnya penuh.

"90 persen dari tamu kami ada di sini karena alasan karantina," kata seorang pegawai penjualan di hotel, yang menolak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang berbicara dengan media.

Ia menambahkan bahwa sisa kamar hotel sengaja dibiarkan kosong untuk tujuan menjaga jarak sosial. Hotel-hotel yang tidak menerapkan langkah-langkah seperti itu, lanjutnya, tingkat huniannya bisa setinggi 90 persen.

Paket untuk tinggal selama 14 hari di kamar standar di Dorsett Hotel di distrik padat penduduk di Mong Kok dan Wan Chai, yang masing-masing seharga HK$ 5.600 (US$ 718) dan HK$ 6.888, sudah dipesan semua hingga awal April .

Dorsett Hotel mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah menetapkan sejumlah kamar standar bagi siswa yang ingin melakukan karantina sendiri.

Dengan melakukan hal itu, pihaknya berharap bisa semakin mengurangi kemungkinan wabah di masyarakat. Hotel itu mengatakan pihaknya memiliki dua pembersih udara di setiap lantai dan area check-in yang terpisah dan lift untuk tamu karantina.

Anggota parlemen Yiu Si-wing, yang mewakili industri pariwisata, mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa setidaknya 14 hotel bersama-sama menawarkan 1.000 kamar untuk pengaturan karantina.

Namun, beberapa pelancong mengeluh di media sosial bahwa mereka terdampar di bandara internasional Hong Kong karena mereka tidak dapat menemukan kamar hotel.

"Apakah ini berarti saya harus tidur di bandara selama 14 hari?" kata salah satu unggahan di media sosial. (CNA/OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Polycarpus
Berita Lainnya