Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS kesehatan Tiongkok dikritik bersikap berlebihan, lantaran memerintahkan pemakaman korban virus korona tidak jauh dari lokasi meninggal.
Ahli epidemilogi terkemuka menyebut perintah tersebut sebagai reaksi berlebihan. Pemerintah Tiongkok dipandang tidak perlu mengekang dan menyetop penularan penyakit pneumonia tersebut.
Seperti diberitakan, pemberitahuan yang dikeluarkan Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Tiongkok pada 2 Februari lalu, mewajibkan rumah sakit untuk memberi tahu tempat kremasi ke anggota keluarga. Tetapi, komisi juga menyatakan prosedur dapat diselesaikan jika keluarga almarhum tidak setuju.
"Jika anggota keluarga pasien nCoV-2019 menolak prosedur atau menolak untuk mematuhi, dan lembaga medis, panti kremasi telah gagal meyakinkan mereka untuk melakukannya, maka jenazah dapat dikremasi dengan tanda tangan lembaga medis. Berikut, otoritas keamanan publik yang mengawasi daerah tersebut harus melakukan tindakan yang relevan," bunyi perintah kremasi NHC.
Perintah itu juga melarang upacara pemakaman bagi korban meninggal akibat virus korona. Artinya, ketentuan itu berpotensi menyetop proses berduka dan upacara keagamaan untuk keluarga yang berduka, karena kehilangan orang terkasih.
Baca juga: Pahlawan Virus Korona Berakhir Tragis
"Tidak ada bukti yang menunjukkan virus korona dapat menyebar selama persiapan jenazah untuk dimakamkan," ujar Ronald St John, mantan Direktur Jenderal Centre for Emergency Preparedness and Response di Badan Kesehatan Masyarakat Kanada yang mengelola respons Kanada terhadap wabah SARS 2003, kepada Al Jazeera.
"Ini bukan kasus Ebola yang membutuhkan banyak perawatan untuk dilakukan terkait pembuangan tubuh," pungkas St John. "Mungkin ada alasan praktis di balik keputusan ini. Kremasi cepat dan memakan ruang lebih sedikit dari penguburan standar, jika jumlah yang meninggal relatif besar banyak," imbuhnya.
Hingga Minggu (9/2) ini, setidaknya 811 orang di Tiongkok dinyatakan meninggal akibat virus korona. Sebagian besar korban tinggal di Provinsi Hubei, tempat asal wabah mematikan tersebut.
"Risiko penularan dari droplet jenazah sangat rendah. Ada sejarah panjang ketakutan terhadap mayat selama epidemi terjadi," tutur Hagai Levine, profesor epidemiologi dari Hebrew University-Hadassah School of Public Health di Yerusalem.
Juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, mengatakan pihaknya belum memiliki rekomendasi khusus mengenai pemakaman jenazah korban 2019-nCoV. "Kami merekomendasikan mengikuti pedoman nasional dan rumah sakit untuk manajemen mayat penyakit menular," kata Jasarevic dalam sebuah pernyataan.(Aljazeera/OL-11)
Dugaan sementara, titik api dipicu oleh gangguan pada instalasi kelistrikan.
Hingga Selasa malam, total korban meninggal bencana di Sumatra mencapai 755 jiwa dan 647 orang masih dinyatakan hilang berdasarkan data terbaru pada dashboard penanganan bencana.
Jumlah korban tewas akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah kompleks apartemen di Hong Kong kembali meningkat.
Sebuah tornado menerjang kawasan Houston, Texas bagian tenggara, pada Senin (24/11) waktu setempat dan menyebabkan kerusakan pada lebih dari 100 rumah.
Presiden Prabowo Subianto menegur keras dunia pendidikan setelah kasus perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan kembali memakan korban jiwa.
Pemerintah Spanyol menambah 500 pemadam kebakaran, menjadi total 1.900 orang untuk mengatasi kebakaran hutan. Korban jiwa bertambah menjadi empat orang.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved