Kamis 12 Desember 2019, 09:45 WIB

UNHCR Apresiasi Diplomasi Kemanusiaan Indonesia

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
UNHCR Apresiasi Diplomasi Kemanusiaan Indonesia

MI/Haufan Hasyim Salengke
Perwakilan UNHCR di Indonesia bersama Dompet Dhuafa

 

INDONESIA berperan aktif dan berkontrubusi terhadap upaya-upaya penanggulangan serta penyelesaian krisis kemanusiaan baik yang terjadi di kawasan maupun di Timur Tengah.

Perwakilan Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Indonesia Ann Mayman mengatakan terdapat sedikitnya 13 ribu pengungsi atau pencari suaka yang transit di Indonesia.

UNHCR dengan pemerintah Indonesia dan organisasi nonpemerintah terus bekerja sama memberikan kesempatan kepada pengungsi yang memiliki keahlian dan keterampilan supaya bisa lebih mandiri.

"Kami ingin terus bekerja sama dengan partner di Indonesia dan tentu saja dengan pemerintah Indonesia," ujarnya saat ditemui usai acara Dompet Dhuafa Global Network Launching, Roadmap of Indonesia's Role on International Peacebuilding, di Jakarta, Rabu (11/12) malam.

"Semua kita perlu bekerja sama untuk mengakhiri penderitaan dan memutus masalah yang mendorong orang-orang melarikan diri dari negara mereka," imbuhnya.

Baca juga: Suu Kyi Tolak Tuduhan Genosida Rohingya di Mahkamah Internasional

Menurutnya, aktor-aktor nonnegara seperti Dompet Dhuafa membantu secara konkret dalam penanganan pengungsi. Mereka memberikan pelatihan keterampilan dan menyediakan layanan-layanan mendasar.

Di kesempatan yang sama, Direktur Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri RI Achsanul Habib mengatakan diplomasi kemanusiaan merupakan salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia.

Terkait hal itu, pelaksanaannya tidak hanya dengan menggunakan sumber daya yang ada pada pemerintah tetapi lebih penting lagi dengan mengedepankan aktor-aktor nonpemerintah.

"Dengan tantangan sekarang, aktor-aktor nonpemerintah harus dan pantas dikedepankan menjadi aktor-aktor diplomasi. Karena diplomasi tidak hanya miliki pemerintah melainkan juga unsur masyarakat," terangnya.

Menurutnya, Dompet Dhuafa sudah berkolaborasi lama dengan pemerintah, terutama Kementerian Luar Negeri, dalam berbagai forum dan platform. Misalnya di Palestina, Myanmar, dan beberapa tempat lain yang memerlukan bantuan.

"Dunia internasional menghormati peran dan kontribusi indonesia di bidang kemanusiaan baik di dalam negeri maupun di mancanegara," kata Habib.

Sementara Executive Director of Dompet Dhuafa Imam Rulyawan mengatakan Dompet Dhuafa dan UNHCR telah bekerja sama dalam mengelola sekolah untuk anak-anak pengungsi dari berbagai negara.

Lembaga nirlaba itu juga menyediakan akses obat-obatan dan penyediaan layanan kesehatan bagi pengungsi di rumah sakit yang mereka kelola tanpa dikenakan biaya. Selain itu, Dopet Dhuafa juga memberikan bantuan makanan langsung untuk pengungsi.

Dengan diluncurkannya jaringan global di 30 negara, Dompet Dhuafa berharap aksi kemanusiaan dan penyaluran bantuan bencana alam bisa menjangkau komunitas yang lebih luas di berbagai kawasan. (OL-2)

Baca Juga

AFP/Charly Triballeau

Wah, Semua Warga Jepang Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:45 WIB
Pemerintah Jepang siap menanggung biaya vaksinasi covid-19 untuk 126 juta penduduk. Kebijakan itu tertuang dalam undang-undang yang baru...
AFP

Biden tidak Segera Hapus Perjanjian Dagang Fase 1 dengan Tiongkok

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:26 WIB
Dalam perjanjian fase 1 yang diteken pemerintahan Donald Trump, Tiongkok sepakat meningkatkan pembelian produk dan jasa AS sebesar US$200...
AFP

AS dan Eropa Matangkan Rencana Vaksinasi Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 02 Desember 2020, 14:09 WIB
Upaya itu dilakukan secepat mungkin, setelah vaksin covid-19 mendapat persetujuan dari otoritas terkait. Saat ini, ada dua vaksin yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya