Jumat 06 Desember 2019, 23:23 WIB

Indonesia Ajak Negara Ubah Cara Pandang Mitigasi

Thalatie K Yani | Internasional
Indonesia Ajak Negara Ubah Cara Pandang Mitigasi

Antara
Staf Ahli Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Suseno Sukoyono

 

STAF Ahli Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Suseno Sukoyono mengajak negara-negara peserta konferensi tingkat tinggi UNFCCC-COP25 mengubah cara pandang mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Di mana selama ini berpandangan mitigasi dan adaptasi hanya bisa dilakukan di daratan, namun bisa dilakukan juga di lautan.

"Proposal Indonesia, kita mengajak kolaboratif effort, kita jangan bekerja sendiri-sendiri. kita kerjasama dengan negara yang punya laut dan pulau (untuk mitigasi dan adaptasi)," ujar Suseno terkait pengajuan proposal dari Indonesia, Fiji, Costa Rica, Seychelles, Panama, dan Palau, di Feria de Madrid, Madrid, Spanyol, Jumat (6/12).

Proposal itu telah melalui diskusi dengan sejumlah negara-negara kepulauan yang menghadapi ancaman dari perubahan iklim, Kamis (5/12) malam. Sejumlah negara kepulauan hadir, termasuk dari Chile dan Inggris. Sebelumnya presiden COP25 yang juga menteri lingkungan hidup Chile Caroline Schmidt dalam pidato pembukaannya mengungkapkan perlu Blue COP ke depan.

Namun Suseno menegaskan proposal yang diajukan tidak semata merespon pidato tersebut. Lebih dari itu, Indonesia ingin menunjukan cara pandang mitigasi dan adaptasi tidak semata di hutan saja dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca. Serta langkah-langkah yang sudah diterapkan Indonesia.

"Apa yang disampaikan presiden COP itu bagian dari COP sebelumnya dan perasaan-perasaan, aspirasi-aspirasi yang berkembang dari berabgai negara. Indonesia berkaitan dengan itu kita mau tunjukan juga apa yang disampaikan beliau di sana, disambut baik, kita apresiasi dan sekaligus memberi tahu yang Indonesia sudah lakukan untuk dunia," ujarnya.

Indonesia, lanjut Suseno sudah menjalankan beberapa program mitigasi dan adaptasi dari laut sejak 2012 yang terkait dengan perubahan iklim.

Kebetulan Indonesia dikaruniai wilayah laut yang luas dan pulau banyak. Indonesia dalam banyak hal itu leading, bukan dari segi sumber daya alam saja, mulai dari 2012 sudah memiliki kegiatan yang langsung berhubungan antara ocean dan climate change.

"Kita punya program pengembangan kawasan pesisir pandu sejak 2012-2016 ada di 47 lokasi pesisir. kita juga mencoba mengidentifikasi peran2 masyarakat di situ kita sampai dikesimpulan, masyarakat itu memiliki kekuatan dan ini yang kita tumbuh kembangkan dan proses mitigasi dan adaptasi," paparnya.

Melalui proposal itu, Indonesia ingin mengajak semua negara berkolaborasi melakukan riset guna menghasilkan data-databyang bisa menjadi pegangan untuk perubahan iklim. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk pengambilan kebijakan.

Suseno berharap dalam waktu 2-3 hari kedepan sudah mendapatkan respon akan proposalnya.

Dalam proposal itu, mengajak tindakan nyata UNFCCC terkait ocean climate nexus. Selain itu juga meminta Ketua Badan Anak Perusahaan untuk Saran Ilmiah dan Teknologi untuk mengadakan dialog tentang nexus iklim laut selama sesi lima puluh detik (Juni 2020) untuk mempertimbangkan, interalia, masalah utama dalam nexus ini dan pengaturan yang paling efektif untuk mempertimbangkan masalah-masalah tersebut di bawah UNFCCC.

Dalam konferensi ini juga, wakil menteri lingkungan hidup dan kehutanan Alue Dohong melakukannpertemuan bilateral dengan Inggris dan pertemuan round table terkait ambisi NDC. (OL-11)

Baca Juga

AFP/Charly Triballeau

Wah, Semua Warga Jepang Dapat Vaksin Covid-19 Gratis

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:45 WIB
Pemerintah Jepang siap menanggung biaya vaksinasi covid-19 untuk 126 juta penduduk. Kebijakan itu tertuang dalam undang-undang yang baru...
AFP

Biden tidak Segera Hapus Perjanjian Dagang Fase 1 dengan Tiongkok

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:26 WIB
Dalam perjanjian fase 1 yang diteken pemerintahan Donald Trump, Tiongkok sepakat meningkatkan pembelian produk dan jasa AS sebesar US$200...
AFP

AS dan Eropa Matangkan Rencana Vaksinasi Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 02 Desember 2020, 14:09 WIB
Upaya itu dilakukan secepat mungkin, setelah vaksin covid-19 mendapat persetujuan dari otoritas terkait. Saat ini, ada dua vaksin yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya