Selasa 15 Oktober 2019, 08:00 WIB

Pemenjaraan Pemimpin Catalan Picu Kemarahan di Barcelona

Basuki Eka Purnama | Internasional
Pemenjaraan Pemimpin Catalan Picu Kemarahan di Barcelona

AFP/Josep LAGO
Demonstrasi di Kota Barcelona setelah sejumlah pemimpin Catalan divonis penjara oleh Mahkamah Agung Spanyol.

 

RIBUAN warga pendukung separatir Catalan turun ke jalan dan memblokade akses ke bandara Barcelona, Senin (14/10), setelah Mahkamah Agung Spanyol memvonis sembilan pemimpin mereka dengan hukuman penjara terkait upaya kemerdekaan yang gagal pada 2017.

Vonis pengadilan itu memuncaki ketegangan yang telah berlangsung selama berpekan-pekan, kurang dari sebulan sebelum Spanyol menggelar pemilu keempat dalam empat tahun terakhir.

Tidak lama setelah Mahkamah Agung membacakan keputusannya, demonstran turun ke jalang di Barcelona untuk kemudian bergerak menuju El Prat, bandara tersibuk kedua di Spanyol. Mereka kemudian menutup akses jalan dan rel kereta.

Di pintu masuk bandara, polisi antihuru-hara menghalangi demonstran yang berusaha masuk ke dalam bandara. Demontran membalas dengan melemparkan batu, kaleng, dan alat pemadam kebakaran ke arah polisi.

Baca juga: Gare du Nord, Stasiun Tersibuk di Eropa akan Direnovasi

Kemacetan terjadi hingga sepanjang 5 kilometer sehingga banyak orang memutuskan turun dari mobil dan membawa koper mereka menuju bandara.

Otoritas bandara Spanyol AENA mengatakan sebanyak 108 penerbangan dibatalkan akibat aksi demonstrasi itu.

Polisi menangkap seorang demonstran di bandara sementara 75 orang lainnya terluka.

Pada malam, ribuan orang berkumpul di Barcelona meneriakkan yel, "Jalan akan menjadi milik kami!" Mayoritas dari mereka membawa bendera Catalan.

"Jika mereka tidak mau mendengar kami di kancah politik, mereka harus mendengar suara kami dari jalan," ujar Mireia Sintes, mahasiswa arsitek yang ambil bagian dalam demonstrasi itu. (AFP/OL-2)

 

Baca Juga

AFP/Jung Yeon-je

Tiongkok dan Rusia Veto Sanksi Korut yang Diusulkan AS

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 21 Januari 2022, 08:49 WIB
Bersama dengan Beijing, Moskow telah lama menentang peningkatan tekanan terhadap Korut, bahkan meminta keringanan sanksi internasional...
AFP/Ben STANSALL

Portugal Selidiki Proses Naturalisasi Roman Abramovich

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 21 Januari 2022, 08:22 WIB
Penyelidikan ini merupakan bagian dari penyelidikan internal oleh Institut Pencatatan dan Notaris (IRN), yang memberikan kewarganegaraan...
AFP/Andreas Solaro.

Vatikan Ungkapkan Malu dan Penyesalan atas Kasus Pelecehan Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 21:57 WIB
Benediktus, sekarang berusia 94 tahun, ialah uskup agung Munich dan Freising dari 1977 hingga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya