Kamis 10 Oktober 2019, 10:30 WIB

Biden Ikut Serukan Pemakzulan Trump

Fajar Nugraha | Internasional
Biden Ikut Serukan Pemakzulan Trump

AFP/Scott Eisen/Getty Images
Kandidat Presiden AS Joe Biden

 

UNTUK pertama kalinya, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyerukan Presiden Donald Trump untuk dimakzulkan. Hal itu diutarakan saat melakukan kampanye di New Hampshire.

Biden saat ini menjadi kandidat terkuat dari Partai Demokrat untuk maju dalam Pemilu Presiden AS 2020. Oleh Trump, Biden diminta diselidiki terkait kepentingan putranya, Hunter Biden, dan dirinya sendiri di Ukraina.

Perintah penyelidikan kepada Ukraina itu yang memicu terjadinya penyelidikan pemakzulan bagi Trump oleh DPR AS. Sebelum kampanye New Hampshire, Biden tidak pernah secara langsung meminta Trump didesak untuk dimakzulkan.

Selama pidato kampanye 25 menit di New Hampshire, Biden mengatakan: "Dalam pandangan penuh dunia dan orang-orang Amerika, Donald Trump telah melanggar sumpah jabatannya, mengkhianati bangsa ini dan melakukan tindakan yang tidak dapat ditembus."

Baca juga: Gedung Putih Tolak Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump

"Untuk melestarikan Konstitusi kita, demokrasi kita, integritas dasar kita, dia harus dimakzulkan,” tegas Biden, seperti dikutip Sky News, Kamis (10/10).

“Dia adalah presiden yang telah memutuskan negara ini tidak memiliki alat, kekuatan, kemauan politik untuk menghukum perilaku buruk," tambahnya.

Menurut Biden, Trump tidak hanya menguji Amerika Serikat tetapi menertawakan negaranya. Trump dengan cepat membalas dalam sebuah cicitan bahwa ‘sangat menyedihkan’ melihat Biden menyerukan pemakzulannya.

Demokrat meluncurkan penyelidikan pemakzulan mereka di tengah klaim Trump mencoba menekan presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki Biden sementara pada saat yang sama menahan bantuan militer.

Putra Biden diketahui sempat memegang posisi di dewan perusahaan energi Ukraina, Burisma.

Baik Joe Biden dan putranya tidak terbukti melakukan kesalahan, sementara Presiden Trump menyebut penyelidikan pemakzulan sebagai perburuan penyihir dan menepis klaim bahwa ia menggunakan bantuan militer untuk mempengaruhi presiden Ukraina. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

AFP/Justin Tallis

Filipina Pesan 2,6 Juta Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 28 November 2020, 05:45 WIB
Selain AstraZeneca, Filipina juga membidik Sinovac dan Pfizer untuk memasok vaksin covid-19. Negara itu jatuh pada jurang resesi ekonomi...
MI/Ilustrasi

Samoa Konfirmasi Kasus Pertama Covid-19

👤Aiw/The Guardian/CNA/X-10 🕔Sabtu 28 November 2020, 04:25 WIB
Kasus positif terdeteksi pada seorang warga negara Samoa berusia 70 tahun yang melakukan perjalanan ke Apia, ibu kota Samoa, dari Melbourne...
AFP

Ribuan Petani India Protes UU Pertanian Baru

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 28 November 2020, 03:55 WIB
RIBUAN petani telah memasuki ibu kota India, New Delhi, untuk melakukan protes yang direncanakan terhadap undang-undang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya