Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK pertama kalinya, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyerukan Presiden Donald Trump untuk dimakzulkan. Hal itu diutarakan saat melakukan kampanye di New Hampshire.
Biden saat ini menjadi kandidat terkuat dari Partai Demokrat untuk maju dalam Pemilu Presiden AS 2020. Oleh Trump, Biden diminta diselidiki terkait kepentingan putranya, Hunter Biden, dan dirinya sendiri di Ukraina.
Perintah penyelidikan kepada Ukraina itu yang memicu terjadinya penyelidikan pemakzulan bagi Trump oleh DPR AS. Sebelum kampanye New Hampshire, Biden tidak pernah secara langsung meminta Trump didesak untuk dimakzulkan.
Selama pidato kampanye 25 menit di New Hampshire, Biden mengatakan: "Dalam pandangan penuh dunia dan orang-orang Amerika, Donald Trump telah melanggar sumpah jabatannya, mengkhianati bangsa ini dan melakukan tindakan yang tidak dapat ditembus."
Baca juga: Gedung Putih Tolak Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump
"Untuk melestarikan Konstitusi kita, demokrasi kita, integritas dasar kita, dia harus dimakzulkan,” tegas Biden, seperti dikutip Sky News, Kamis (10/10).
“Dia adalah presiden yang telah memutuskan negara ini tidak memiliki alat, kekuatan, kemauan politik untuk menghukum perilaku buruk," tambahnya.
Menurut Biden, Trump tidak hanya menguji Amerika Serikat tetapi menertawakan negaranya. Trump dengan cepat membalas dalam sebuah cicitan bahwa ‘sangat menyedihkan’ melihat Biden menyerukan pemakzulannya.
Demokrat meluncurkan penyelidikan pemakzulan mereka di tengah klaim Trump mencoba menekan presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki Biden sementara pada saat yang sama menahan bantuan militer.
Putra Biden diketahui sempat memegang posisi di dewan perusahaan energi Ukraina, Burisma.
Baik Joe Biden dan putranya tidak terbukti melakukan kesalahan, sementara Presiden Trump menyebut penyelidikan pemakzulan sebagai perburuan penyihir dan menepis klaim bahwa ia menggunakan bantuan militer untuk mempengaruhi presiden Ukraina. (Medcom/OL-2)
Intelijen Amerika Serikat menyebut Rusia diduga membagikan informasi kepada Iran yang berpotensi membantu menargetkan aset militer AS di kawasan Teluk.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Presiden Donald Trump yang akan menentukan syarat menyerah bagi Iran di tengah penyelidikan serangan sekolah Minab.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf sindir salah kalkulasi Donald Trump terkait harga minyak dunia. Ia peringatkan produksi energi global terancam akibat agresi AS-Israel.
Militer AS kembali melancarkan serangan udara terhadap kapal yang diduga terlibat jaringan narkoba di Pasifik Timur.
Bursa saham Australia dan AS anjlok tajam pagi ini setelah harga minyak dunia meroket melampaui US$100 per barel
Presiden AS Donald Trump menanggapi lonjakan harga minyak dunia yang menembus US$100 per barel akibat konflik di Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved