Senin 23 September 2019, 22:15 WIB

WHO akan Perkenalkan Vaksin Kedua Ebola

AFP/Hym/X-11 | Internasional
WHO akan Perkenalkan Vaksin Kedua Ebola

Augustin WAMENYA / AFP
Republik Demokratik Kongo akan memperkenalkan vaksin kedua bulan depan untuk memerangi virus Ebola.

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Republik Demokratik Kongo (DRC) akan memperkenalkan vaksin kedua pada bulan depan untuk memerangi virus Ebola yang telah menewaskan lebih dari 2.100 orang di negara itu.

Pengumuman itu datang ketika kelompok amal medis Doctors Without Borders (MSF) menuduh WHO menjatah vaksin Ebola pertama di DRC.

"Otoritas kesehatan di Republik Demokratik Kongo telah mengumumkan rencana untuk memperkenalkan vaksin Ebola eksperimental kedua yang diproduksi Johnson & Johnson mulai pertengah-an Oktober," kata WHO.

"Vaksin ini akan diberikan berdasarkan protokol yang disetujui untuk populasi berisiko yang ditargetkan di daerah yang tidak memiliki transmisi Ebola aktif sebagai alat tambahan untuk memperluas perlindungan terhadap virus," tambah organisasi itu.

"Vaksin kedua ini akan membantu memastikan bahwa kami memiliki potensi alat tambahan untuk mencegah perluasan wabah dan juga alat potensial untuk melindungi populasi sebelum wabah menghantam daerah yang berisiko," ungkap Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika

Wabah Ebola yang sedang berlangsung ialah yang terburuk kedua dalam sejarah setelah lebih dari 11.000 orang terbunuh di Guinea, Sierra Leone, dan Liberia antara 2014 dan 2016.

Jatah vaksin

Sebelumnya, MSF menyerukan pembentukan komite koordinasi internasional independen untuk menjamin transparansi manajemen stok vaksin dan berbagi data.

Badan amal medis itu juga menyebut masalah kekurangan vaksin tidak dapat menjadi alasan rendahnya jumlah orang yang divaksinasi.

Sekitar 225.000 orang telah menerima vaksinasi Ebola yang diproduksi raksasa farmasi Jerman, Merck, sejak 8 Agustus 2018. "Tetapi jumlah tersebut tetap tidak cukup," menurut MSF.

"(Biasanya) Hingga 2.000-2.5000 orang dapat divaksinasi setiap hari. Bandingkan dengan 50-1.000 orang saat ini," kata Direktur Operasi MSF Isabelle Defourny. (AFP/Hym/X-11)

Baca Juga

AFP

Berbeda dengan Trump, Kebijakan Biden Banyak Fokus pada Lingkungan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 24 Januari 2021, 19:24 WIB
Selama empat tahun masa jabatannya, Trump membatalkan sekitar 100 peraturan tentang iklim dan...
AFP

Hari Ini Mesir Luncurkan Vaksinasi Sinopharm

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 24 Januari 2021, 17:55 WIB
Negara terpadat di wilayah Arab itu menerima gelombang pertama vaksin Sinopharm pada Desember...
AFP/Heiko Junge

Temukan Varian Covid-19 Asal Inggris, Oslo Perketat Pembatasan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Januari 2021, 12:32 WIB
Dua penghuni panti jompo itu, keduanya berusia di atas 90 tahun, dipastikan tewas karena varian covid-19 asal Inggris...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya