Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Republik Demokratik Kongo (DRC) akan memperkenalkan vaksin kedua pada bulan depan untuk memerangi virus Ebola yang telah menewaskan lebih dari 2.100 orang di negara itu.
Pengumuman itu datang ketika kelompok amal medis Doctors Without Borders (MSF) menuduh WHO menjatah vaksin Ebola pertama di DRC.
"Otoritas kesehatan di Republik Demokratik Kongo telah mengumumkan rencana untuk memperkenalkan vaksin Ebola eksperimental kedua yang diproduksi Johnson & Johnson mulai pertengah-an Oktober," kata WHO.
"Vaksin ini akan diberikan berdasarkan protokol yang disetujui untuk populasi berisiko yang ditargetkan di daerah yang tidak memiliki transmisi Ebola aktif sebagai alat tambahan untuk memperluas perlindungan terhadap virus," tambah organisasi itu.
"Vaksin kedua ini akan membantu memastikan bahwa kami memiliki potensi alat tambahan untuk mencegah perluasan wabah dan juga alat potensial untuk melindungi populasi sebelum wabah menghantam daerah yang berisiko," ungkap Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika
Wabah Ebola yang sedang berlangsung ialah yang terburuk kedua dalam sejarah setelah lebih dari 11.000 orang terbunuh di Guinea, Sierra Leone, dan Liberia antara 2014 dan 2016.
Jatah vaksin
Sebelumnya, MSF menyerukan pembentukan komite koordinasi internasional independen untuk menjamin transparansi manajemen stok vaksin dan berbagi data.
Badan amal medis itu juga menyebut masalah kekurangan vaksin tidak dapat menjadi alasan rendahnya jumlah orang yang divaksinasi.
Sekitar 225.000 orang telah menerima vaksinasi Ebola yang diproduksi raksasa farmasi Jerman, Merck, sejak 8 Agustus 2018. "Tetapi jumlah tersebut tetap tidak cukup," menurut MSF.
"(Biasanya) Hingga 2.000-2.5000 orang dapat divaksinasi setiap hari. Bandingkan dengan 50-1.000 orang saat ini," kata Direktur Operasi MSF Isabelle Defourny. (AFP/Hym/X-11)
Masyarakat perlu dijelaskan bahwa virus influenza yang saat ini banyak ditemukan di berbagai negara tidak selalu lebih berat, tetapi memang lebih mudah menular.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Pengurus Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sekaligus Ketua PDITT dr. Iqbal Mochtar, meminta masyarakat tidak panik dengan penyakit ini, apalagi dengan istilah super flu.
Superflu merupakan influenza tipe A virus H3N2 subclade K yang sudah ada dari dulu.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Hingga saat ini, telah dilaporkan 189.312 kasus flu positif di New York pada musim ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved