Rabu 28 Agustus 2019, 19:56 WIB

Indonesia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Negara Teluk

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Indonesia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Negara Teluk

Dok. Kemenlu RI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menandatangani MoU dengan Sekjen GCC Abdul Latif bin Rashid Al-Zayani

 

INDONESIA dan Negara Teluk adalah mitra strategis dalam perdamaian dan kemakmuran. Hal itu ditekankan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, saat menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Gulf Cooperation Council of the Arab States (GCC) Abdul Latif bin Rashid Al-Zayani, di Jakarta.

Dalam pertemuan, Indonesia dan Dewan Kerja Sama Negara-negara Arab Teluk (GCC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang Mekanisme Konsultasi antara Pemerintah RI dan Sekretariat GCC.

Penandatangan MoU yang juga disaksikan oleh 6 Duta Besar Negara Teluk menjadi salah satu agenda utama kunjungan kerja Sekretaris Jenderal GCC di Jakarta pada 27-30 Agustus 2019.

“Penandatangan kesepakatan pembentukan mekanisme konsultasi Indonesia dan negara-negara Teluk, menandai era baru kemitraan Indonesia dan Negara Teluk,” ujar Retno.

Konsultasi tahunan Tingkat Tinggi antara Indonesia dan Negara Teluk merupakan forum tahunan dialog strategis. Mekanisme ini sebagai implementasi komitmen, serta memperkokoh kemitraan Indonesia dan Negara Teluk yang disepakati pada 2015.

Baca juga : Indonesia-Iran Bahas Isu Strategis Konsuler

Forum ini menjadi wadah konsultasi Indonesia dan negara Teluk, untuk membahas secara regular berbagai perkembangan kerja sama ekonomi. Serta, membahas perkembangan stabilitas dan keamanan di Kawasan.

“Stabilitas dan keamanan kawasan Teluk dan Timur Tengah adalah bagian dari kepentingan nasional Indonesia," imbuh Retno.

Kemitraan Indonesia dan Negara Teluk terus berkembang. Dalam 2 tahun terakhir, terjadi peningkatan perdagangan Indonesia dan Negara Teluk sebesar 40%, dari 8,68 miliar dolar AS pada 2016 menjadi 12,15 miliar dolar AS pada 2018.

Di saat yang sama, total investasi negara Teluk di Indonesia meningkat 26%, dari 60,3 juta dolar AS per 2016 menjadi 76,1 juta dolar AS per 2018.

“Meskipun terjadi peningkatan kerja sama ekonomi, namun terdapat ruang yang besar untuk memperluas kerja sama Indonesia dan Negara Teluk. Tentunya demi kesejahteraan rakyat kedua negara," tutur Retno.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu RI membahas kemungkinan pembentukan pengaturan kerangka kemitraan ekonomi Indonesia-GCC, termasuk menjajaki kemungkinan zona perdagangan bebas (FTA) dengan GCC.

Baca juga : KKP Catat Potensi Ekspor Perikanan 42 Juta Dolar AS di JISTE 2019

Hal ini sangat penting untuk meningkatkan akses perdagangan, penurunan hambatan kerja sama ekonomi, dan pada akhirnya mendorong peningkatan investasi langsung Negara Teluk di Indonesia.

“Fokus Indonesia dan Negara Teluk adalah memperkuat kerja sama ekonomi yang langsung berdampak bagi kesejahteraan rakyat," tegas Retno.

Delegasi Sekretariat GCC juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Perdagangan pada Kamis (29/8).

Mereka akan membahas sejumlah rencana aktivitas kerja sama untuk disepakati dalam sebuah Joint Plan of Action (JPoA) antara Indonesia dan GCC.

JPoA tersebut akan melengkapi MoU yang telah ditandatangani dengan aspek-aspek kerja sama konkret, yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan negara-negara GCC.(OL-7)

Baca Juga

Antaranews.com

Sanksi AS Sebabkan Perusahaan Tekstil Tiongkok Rugi Rp895,8 Miliar

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 April 2021, 23:10 WIB
Huafu menjadi pemasok utama merek pakaian jadi ternama berjaringan global, seperti H&M, Uniqlo, Adidas, Nike, dan...
digital-strategy.ec.europa.eu

Malaysia Keluarkan SOP untuk Pasien Indonesia yang Berobat

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 April 2021, 21:56 WIB
SOP ini menjamin keduanya selamat untuk dimasuki sehingga begitu tiba langsung ke rumah sakit dan menerima perawatan yang...
AFP

Polisi Rusia Tahan Pendukung Navalny Jelang Pidato Putin

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 21 April 2021, 21:49 WIB
Polisi telah melakukan pencarian dan menahan aktivis di setidaknya 20 kota di seluruh...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jejak Herbal Cagar Biosfer

Lingkungan alam di Malang menunjang pembudidayaan tanaman obat. Ada sejarah panjang yang melingkupinya

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya