Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK segera menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS), yang terlibat dalam rencana penjualan senjata ke Taiwan dengan nilai US$2,2 miliar. Langkah Washington memicu kemarahan Beijing.
"Penjualan senjata dari AS ke Taiwan sangat melanggar norma-norma dasar hukum internasional, dan menganggu hubungan internasional," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, dalam pernyataan resmi.
"Untuk melindungi kepentingan nasional, Tiongkok akan menjatuhkan sanksi pada perusahaan AS yang berpartisipasi dalam penjualan senjata ke Taiwan," imbuhnya.
Rencana penjualan senjata ke Taiwan, menjadi transfer pertama peralatan militer AS berskala besar dalam beberapa dekade. Hal itu mengemuka di tengah ketegangan hubungan AS dan Tiongkok akibat perang dagang.
Hingga kini, Tiongkok menganggap Taiwan bagian dari teritorialnya. Negeri Tirai Bambu bersumpah akan merebut kembali wilayah tersebut, bahkan dengan paksaan jika diperlukan. Mereka juga menentang negara mana pun yang memberi dukungan diplomatik kepada Taiwan.
Baca juga: Tiongkok Isyaratkan Perubahan Kebijakan Xinjiang
Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut pemerintah telah melayangkan pengaduan resmi melalui saluran diplomatik. Pemerintah Tiongkok menyatakan 'ketidakpuasan dan oposisi tegas' terhadap rencana penjualan senjata, yang mencakup armada tank tempur dan rudal anti-pesawat.
Pada Selasa lalu, Tiongkok mendesak AS segera membatalkan rencana penjualan senjata senilai US$ 2,2 miliar. Akan tetapi, Washington mengabaikan protes Tiongkok, seraya berdalih suplai peralatan militer berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas Asia.
Kedua ekonomi raksasa dunia terlibat dalam perang dagang. Hubungan AS-Tiongkok terus memanas secara signifikan. Berbeda dengan tiga pemimpin AS terdahulu, yang cenderung ramah dengan Beijing, kepemimpinan Trump malah mempererat hubungan dengan Taiwan.
Meski Washington mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke Beijing pada 1979, mereka tetap menjadi sekutu tidak resmi dan pemasok senjata terbesar di Taiwan. Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, mengingatkan AS untuk tidak bermain api dengan persoalan Taiwan. (AFP/OL-1)
PEMERINTAH Tiongkok mengeksekusi 11 terpidana, termasuk anggota keluarga Ming, yang terlibat jaringan penipuan telekomunikasi lintas negara serta pembunuhan berencana di Myanmar.
PM Kanada Mark Carney membantah klaim Gedung Putih bahwa dirinya menarik kembali kritik terhadap Trump. Simak polemik tarif 100% dan perdagangan dengan Tiongkok.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Ketegangan AS-Kanada memuncak. Donald Trump mengancam tarif impor 100% setelah PM Carney menyepakati kemitraan strategis dengan Tiongkok.
Peneliti Tiongkok melalui misi Chang’e 6 mengungkap mengapa sisi jauh Bulan berbeda dengan sisi dekat. Temuan isotop kalium berikan bukti hantaman purba.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
DEWAN Hak Asasi Manusia (HAM) PBB mengeluarkan resolusi yang menuntut penghentian semua penjualan senjata ke Israel pada Kamis, (4/4).
Peluru artileri yang akan dikirim ke Israel bakal diambil dari persediaan peluru artileri yang dimiliki oleh Amerika Serikat.
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih harus menganalisis terlebih dulu laporan dugaan penjualan senjata oleh pemerintah Indonesia ke Myanmar.
Holding BUMN Industri Pertahanan (DEFEND ID) menegaskan tidak pernah mengekspor produk industri pertahanan ke Myanmar pasca 1 Februari 2021,
Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia, diduga menyuplai senjata untuk junta Militer Myanmar.
Dengan menggunakan kereta lapis baja, Kim Jong Un bertolak ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin. Pertemuan diperkirakan tentang penjualan senjata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved