Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

19 Capres Guatemala Resmi Bertarung Hari Ini

Willy Haryono
16/6/2019 20:15
19 Capres Guatemala Resmi Bertarung Hari Ini
Warga Guatemala mengikuti pemilihan umum presiden pada Minggu (16/9),(AFP)

WARGA Guatemala mengikuti pemilihan umum presiden pada Minggu (16/9), sebuah perhelatan yang diikuti 19 kandidat. Karena pemenang membutuhkan suara mayoritas, pilpres Guatemala hampir dipastikan berlanjut ke putaran kedua pada Agustus mendatang.
 
Jalan menuju pilpres Guatemala dipenuhi rangkaian kekacauan, mulai dari sejumlah putusan pengadilan hingga perpindahan keanggotaan partai secara ilegal.
 
Tiga dari empat presiden terpilih di Guatemala telah ditangkap usai mereka memimpin atas tuduhan korupsi. Kasus serupa juga menjerat petahana Jimmy Morales dan beberapa lingkaran dalamnya.

Morales membantah semua tuduhan, dan juga terlindungi hak imunitas karena dirinya masih menjadi presiden.

Baca juga: Ikuti Jejak Trump, Guatemala Pindahkan Kedutaan Ke Jerusalem
 
Dilansir dari laman Voice of America, survei terbaru dari CID Gallup Latinoamerica menunjukkan bahwa hampir sepertiga warga Guatemala meyakini pilpres kali ini akan dipenuhi kecurangan. Sekitar 20 persen lainnya mengatakan keabsahan pemilu patut dicurigai karena begitu banyak kandidat yang dilarang berpartisipasi.
 
Ini merupakan pilpres pertama yang memungkinkan warga Guatemala menggunakan hak pilihnya dari luar negeri. Sedikitnya terdapat 60 ribu warga Guatemala di Los Angeles, New York, Maryland dan Washington DC.
 
Pengangguran, kekerasan, korupsi, meroketnya harga kebutuhan pokok dan kerusakan infrastruktur jalan menjadi beberapa isu utama di masa kampanye pilpres Guatemala. Keimigrasian bukan menjadi isu utama, meski satu persen dari total 16 juta warga Guatemala telah meninggalkan negaranya tahun ini.
 
Lima kandidat teratas dalam pilpres ini adalah mantan ibu negara Sandra Torres; bekas kepala sipir Alejandro Eduardo Giammattei Falla; pebisnis Roberto Arzu; pengacara dan jurnalis Edmond Auguste Mulet Lesiuer; dan perwakilan suku pribumi Thelma Cabrera. (Medcom/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya