Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIASPORA Milan atau masyarakat Indonesia di Luar Negeri yang tinggal di Milan, Italia, menginisiasi Gerakan Cinta NKRI. Gerakan ini bertujuan mendorong masyarakat diaspora untuk secara aktif memperhatikan dan sekaligus terlibat dalam penguatan ikatan NKRI yang berlandaskan Pancasila di dalam negeri.
NKRI yang berlandaskan Pancasila dalam spirit Bhinneka Tunggal Ika dan yang terwujud dalam UUD NRI 1945 harus diyakini sebagai warisan yang tak ternilai bagi bangsa Indonesia terutama bagi generasi sekarang dan generasi-generasi mendatang. Hanya dengan memegang teguh Pancasila yang berBhinneka Tunggal Ika, NKRI akan terus ada.
Inisiasi Gerakan cinta tanah air dalam diaspora ini merupakan kesimpulan yang tumbuh dalam diskusi kebangsaan di Cafe A Tavola Milan, Rabu malam (29/5) atau Kamis dini hari WIB.
Diskusi tersebut dihadiri oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim dan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro, yang juga Alumnus Lemhannas RI PPSA XXI dan dipandu oleh Maria Ardianingtyas.
Menurut Hermawi Taslim, bangsa Indonesia dimanapun berada mempunyai hubungan batin yang erat dengan tanah airnya.
Masyarakat diaspora mempunyai kewajiban menjaga Pancasila agar terus hidup dan tidak diganti oleh nilai-nilai lain yang berasal dari luar negeri, apalagi yang bertentangan dengan Pancasila.
"Pilpres adalah bagian dan tahapan yang harus dilewati dalam demokrasi. Namun jika pilpres membuat yang dekat jadi jauh, ada konflik karena ada perbedaan pilihan politik, adalah tanggung jawab kita bersama untuk memulihkannya. Biarlah MK menangani sengketa hasil pemilu itu dan aparat penegak hukum menyelesaikan dugaan pelanggaran hukum lainnya. Kita tidak perlu menambah persoalan, misalnya dengan ikut-ikutan mengadukan orang lain yang diduga melakukan pelanggaran hukum terkait pemilu. Kita bangun kembali persaudaraan serta persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa. WNI di luar negeri bisa melakukan penguatan terus terhadap NKRI, baik melalui kehidupan sehari-hari maupun cara lain,” ujar Hermawi, yang juga Ketua Umum Forkoma PMKRI (Forum Komunikasi Alumni PMKRI).
Baca juga : Diaspora Indonesia Apresiasi Negara melalui Kemenristekdikti
Hermawi Taslim menegaskan, pentingnya masing-masing masyarakat diaspora juga menjalankan fungsi diplomasi bagi negara dan bangsa. Dan sebaliknya para pejabat terkait perlu memberi perhatian lebih kepada masyarakat diaspora.
Sementara Putut Prabantoro menegaskan, kekuatan Indonesia terletak pada Sila Ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Jika bangsa lain ingin menguasai Indonesia, persatuan Indonesia yang harus dihancurkan terlebih dulu. Dan, bangsa Indonesia dapat melihat pilpres 2019 berdampak pada Sila Ketiga tersebut.
Oleh karena itu, adalah tanggung jawab bangsa Jndonesia termasuk masyarakat diaspora Indonesia untuk menginisiasi Cinta Tanah Air.
"Oleh Pancasila, kita sudah diajari pola komunikasi yang harusnya terjadi dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hikmat Kebijaksanaan dalam Sila Keempat sebenarnya merupakan pola komunikasi yang harusnya terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini dilatarbelakangi oleh manjemuknya bangsa Indonesia, " ujar Putut Prabantoro, yang juga Ketua Presidium ISKA (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia) Bidang Komunikasi Politik.
Ditambahkan lebih lanjut oleh Putut Prabantoro, kesalahan dalam komunikasi yang tidak sesuai dengan Sila Keempat adalah memunculkan politik identitas yang berlatarbelakang pada pilihan politik, kepentingan pribadi, dan kepentingan kelompok. Hal itu akan melemahkan dan bukan tidak mungkin memghancurkan sila ketiga.
Oleh karena itu Forum Diaspora Milan yang antara lain dihadiri oleh Ketut Niken Aprilia (Konsultan Bisnis) Rieska Wulandari (wartawan), Janet Lim (Ketua PPI Milan) dan Mohammad Rumi Djalil (Pengusaha) mengusulkan, masyarakat diaspora Indonesia mengambil peran aktif untuk memperkuat ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Caranya adalah terus menerus dan tanpa mengenal lelah menyuarakan toleransi dan keberagaman, gotong royong, Indonesia yang indah dan masyarakatnya yang ramah.
Sementara itu Tatik Mulyani dan Yuth Marzuki, WNI yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Italia, mengungkapkan, tidak mudah untuk mempertahankan kecintaan kepada Indonesia, khususnya kepada anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan campur, berbeda bangsa.
Apalagi, tak ada kepastian masa depan yang lebih baik di Indonesia, sementara di negara lain mereka mendapatkan jaminan sosial yang lebih baik dan nyata. Tak sedikit anak-anak hasil perkawinan berbeda bangsa itu tak memilih jadi WNI.
Walaupun bukan WNI, atau disebut setengah warga Indonesia, papar Tatik, mereka tetap mencintai Indonesia. Bahkan, tidak sedikit yang tetap mengabarkan keindahan Indonesia, tidak hanya kekayaan alamnya, tetapi juga relasi antarwarga Indonesia.
"Lebih baik setengah Indonesia, tetapi tetap ikut menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga NKRI," tegasnya. (RO/OL-8)
Ikrar setia NKRI dicetuskan dalam upacara resmi yang digelar di Pos Sinak BNPB Satgas Yonif 142/KJ, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.
BINGKAI Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus diperkuat dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda dan membangkitkan semangat Sumpah Pemuda.
Adapun delapan poin utama yang tertuang dalam Piagam Pemuda Riau untuk Indonesia, yakni menjunjung tinggi nilai demokrasi dalam menyampaikan pendapat sesuai aturan perundang-undangan.
Bukan sekadar peringatan sejarah, Asyura 2025 serukan solidaritas bagi Palestina dan janji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jaga NKRI! Temukan tantangan persatuan & strategi memperkuatnya. Artikel ini wajib dibaca untuk Indonesia yang solid!
Pada eklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde disebut terus melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan secara berkala.
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Konflik AS-Venezuela tidak hanya mengguncang stabilitas internal Venezuela, tetapi juga memunculkan kekhawatiran luas terkait berbagai hal, termasuk keselamatan WNI di sana.
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh AS memicu krisis geopolitik. DPR RI menegaskan keselamatan WNI di Venezuela harus jadi prioritas utama.
Kemenlu RI belum menerima informasi resmi yang mengonfirmasi adanya WNI yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved