Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN besar menghanguskan satu blok kantor di Dhaka, ibu kota Bangladesh, Kamis (28/3). Kebakaran ini menewaskan sedikitnya 19 orang dan 73 orang lainnya mesti dirawat.
Petugas penyelamat memperingatkan jumlah korban tewas bisa meningkat tajam ketika petugas pemadam kebakaran karena petugas pemadam juga menemukan mayat hangus di kompleks perkantoran itu.
"Setidaknya enam orang tewas setelah melompat dari gedung 22 lantai itu," kata para pejabat.
Kepala Polisi Dhaka Asaduzzaman Mia mengatakan kepada wartawan setidaknya 73 orang terluka dan dirawat di rumah sakit di seluruh Dhaka.
Beberapa pekerja mengulurkan kabel televisi di sisi gedung. Yang lain menggunakan tali yang diturunkan oleh helikopter layanan darurat untuk menarik mereka keluar dari kobaran api.
Kebakaran ini terjadi hampir sebulan setelah 70 orang tewas di gedung-gedung apartemen Dhaka saat tempat penyimpanan ilegal bahan kimia meledak.
Shoikot Rahman mendengar rekan kerjanya membunyikan alarm dan berlari ke tempat yang aman sebelum asap dan api menyelimuti gedung.
"Ketika saya mendengar kebakaran di gedung itu, saya segera bergegas keluar," katanya kepada AFP. "Banyak kolega saya masih terjebak di kantor."
Baca juga : Bangladesh akan Relokasi Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
Petugas pemadam kebakaran di tangga panjang menghancurkan jendela untuk membuat rute penyelamatan diri. Lebih dari satu jam setelah api meletus, beberapa orang masih dapat terlihat di lantai 13 dan 14 dengan melambaikan tangan meminta tolong di tengah awan asap hitam.
Helikopter militer menggantung tali yang direbut korban sehingga mereka bisa diangkat ke tempat yang aman, dengan kerumunan di bawahnya bersorak dan bertepuk tangan setiap kali seseorang diselamatkan.
Tiga rumah sakit melaporkan bahwa enam pria dan wanita telah meninggal atau tiba dengan cedera fatal setelah melompat dari blok kantor. Mereka termasuk seorang lelaki Sri Lanka yang mayatnya dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Darat Kurmitola.
Dilkhosh Ahmed di Klinik Banani mengatakan salah satu korban telah berusaha menggunakan kabel televisi untuk turun, tetapi tergelincir dan jatuh di lantai delapan.
Kematian ketujuh akibat luka bakar dicatat oleh Rumah Sakit Dhaka Medical College.
Helikopter dikerahkan untuk menjatuhkan air ke kobaran api saat sejumlah petugas pemadam kebakaran yang didukung oleh angkatan laut dan spesialis angkatan udara berjuang untuk mengendalikan api.
Seorang pejabat tinggi kebakaran mengatakan api telah berhenti menyebar ke gedung-gedung di sebelahnya. .
"Tim telah memasuki gedung dan mereka memeriksa lantai untuk mencari korban yang tersisa. Bangunan itu tidak memiliki peralatan pemadam kebakaran," kata Letnan Kolonel Julfikar Rahman dari dinas pemadam kebakaran Dhaka kepada wartawan.
Kru penyelamat menemukan mayat dan membawa mereka satu demi satu dalam kantong putih. (OL-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved