Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PENASIHAT Keamanan Gedung Putih John Bolton membantah Konferensi Tingkat Tinggi kali kedua antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam, pada akhir Februari berakhir gagal. Ia menyebut KTT Hanoi berjalan sukses, meski Trump pulang ke Washington dengan tangan kosong.
Sejumlah pihak sempat mengharapkan KTT Hanoi akan menghasilkan kesepakatan konkret, tidak seperti pertemuan pertama Trump dan Kim di Singapura tahun lalu. Namun, KTT Hanoi berjalan di luar harapan, bahkan diakhiri tanpa ada pernyataan gabungan kedua pemimpin.
Dalam program "Face the Nation" di media CBS, Bolton mengatakan kegagalan Trump mendapatkan komitmen dari Korut mengenai denuklirisasi seharusnya dipandang sebagai sebuah kesuksesan. Ia menegaskan apa yang dilakukan Trump di Hanoi adalah untuk melindungi kepentingan nasional AS.
Baca juga: AS-Korsel Akhiri Latihan Militer Utama demi Korut
Bolton menyebut isu utama dalam KTT Hanoi bagi AS adalah apakah Korut mau menerima "tawaran besar" dari Trump mengenai denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea.
"Presiden (Trump) berpegang teguh pada pandangannya. Dia memperdalam hubungannya dengan Kim Jong-un. Saya tidak melihat (KTT Hanoi) sebagai sebuah kegagalan sama sekali, karena kepentingan nasional Amerika tetap terlindungi," ungkap Bolton, seperti dikutip dari laman AFP, Minggu (3/3).
Menurut keterangan beberapa pejabat AS, di pekan terakhir menuju KTT Hanoi, Pyongyang sempat meminta Washington mencabut semua sanksi ekonomi Dewan Keamanan PBB yang dijatuhkan sejak Maret 2016.
Sebagai gantinya, Korut menawarkan penutupan sebagian Yongbyon, sebuah kompleks besar yang terdiri dari beragam bangunan, termasuk fasilitas nuklir.
Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong-ho membantah keterangan beberapa pejabat AS tersebut dan menegaskan negaranya menawarkan menutup "semua fasilitas produksi nuklir di Yongbyon" sebagai ganti pencabutan sanksi.
Mengenai hasil akhir KTT Hanoi, Trump, Kamis (28/2), mengatakan, "Ada kalanya kita harus terus berjalan ke depan, dan ini adalah salah satu momen tersebut. Lebih baik melakukan hal yang tepat, tapi tidak terburu-buru." (Medcom/OL-2)
Dubes Iran Kazem Jalali beberkan syarat gencatan senjata di Timur Tengah, mulai dari ganti rugi perang hingga kendali Selat Hormuz. Simak tuntutan lengkap Teheran di sini.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons mediasi Iran dan AS sejalan politik luar negeri bebas dan aktif.
Negara Teluk (GCC) desak keterlibatan dalam perundingan AS-Iran guna jamin kedaulatan dan keamanan regional pascaserangan masif yang sasar infrastruktur vital mereka.
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved