Rabu 23 Januari 2019, 04:40 WIB

Turki Rencanakan Penyelidikan Internasional

Channelnewsasia/Tes/I-1) | Internasional
Turki Rencanakan Penyelidikan Internasional

AFP

 

PEMERINTAH Turki berencana mengadakan penyelidikan internasional terhadap kasus pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan pemerintah segera mengambil langkah lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.

Khashoggi pindah ke Amerika Serikat (AS) setelah menjadi penulis kolom di Washington Post. Dia dibunuh di dalam gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Setelah membuat berbagai pernyataan kontradiktif mengenai nasib Khashoggi, pemerintah Arab Saudi menyebut Khashoggi tewas terbunuh dengan tubuh sudah dimutilasi. Kematian Khashoggi tidak lepas dari kegagalan negosiasi untuk memulangkannya ke Arab Saudi.

Sebelumnya, pemerintah Turki menekankan pihaknya bekerja sama dengan negara-negara lain untuk menyelidiki kasus Khashoggi. Turki menuding Arab Saudi tidak sepenuhnya bekerja sama dalam mengungkap pembunuhan jurnalis tersebut.

Cavusoglu mengatakan beberapa negara Barat berusaha menutupi kasus Khashoggi. Dia menegaskan Turki sedang bersiap untuk mengadakan penyelidikan internasional mengenai kasus tragis tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita milik negara, Anadolu.

"Ada sejumlah negara Barat yang mencoba menutupi kasus ini. Saya tahu alasannya. Kami tahu dan melihat jenis kesepakatan yang dibuat. Kami melihat bagaimana mereka yang semula menggaungkan kebebasan pers, sekarang malah menutupi kasus ini setelah melihat aliran uang," bunyi laporan Anadolu.

"Akan tetapi, kami akan berjuang sampai titik akhir. Kami membuat persiapan untuk penyelidikan internasional dalam beberapa hari mendatang. Dan kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan," imbuh Cavusoglu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut kasus pembunuhan Khashoggi diperintahkan level tertinggi dalam kepemimpinan Saudi. Akan tetapi, Riyadh menepis tudingan keterlibatan Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman.

Kejaksaan Saudi berupaya menjatuhkan hukuman mati untuk 5 dari 11 tersangka yang ditahan. Bagaimanapun kasus kematian Khashoggi memicu kemarahan internasional terhadap Arab Saudi, serta merusak reputasi Putra Mahkota.

Baca Juga

Brian W.J. Mahy / Centers for Disease Control and Prevention / AFP

Portugal Konfirmasi 10 kasus Baru Cacar Monyet, total 49 Kasus

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:25 WIB
Angka tersebut menambah total menjadi 49 kasus dan menyamai jumlah infeksi yang terkonfirmasi di negara tetangga,...
AFP/Atta Kenare.

Pembunuhan Kolonel IRGC, Pesan Israel terkait Suriah dan Perjanjian Nuklir?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:20 WIB
IRGC mengidentifikasi Khodai hanya sebagai pembela tempat yang disucikan. Ini dikaitkan dengan mereka yang pergi ke Suriah dan memerangi...
Dok World Tourism Forum Institute

Global Tourism Forum (GTF) Hadirkan 81 Pembicara Global

👤Iis Zatnika 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:17 WIB
Sebanyak 81 orang pembicara akan membawakan 35 topik pada Global Tourism Forum (GTF) Annual Meeting 2022 yang akan diselenggarakan di Bali...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya