Senin 10 Desember 2018, 11:30 WIB

"Saya Tidak Bisa Bernafas" Jadi Ucapan Terakhir Khashoggi

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
"Saya Tidak Bisa Bernafas" Jadi Ucapan Terakhir Khashoggi

MOHAMMED AL-SHAIKH/AFP

 

SEBELUM  menghembuskan nafas, jurnalis Jamal Khashoggi sempat mengeluarkan kata-kata terakhir, yakni "Saya tidak bisa bernapas". 

Demikian dilaporkan CNN yang mengutip seorang sumber setelah membaca transkrip rekaman audio sebelum nyawa Khashoggi dihabisi.

Sumber tersebut mengungkapkan hasil transkrip menggambarkan dengan jelas bahwa pembunuhan sudah direncanakan. Tercermin dari adanya beberapa panggilan telepon yang memberikan arahan selanjutnya. 

Para pejabat Turki meyakini panggilan tersebut ditujukan kepada pejabat tinggi Arab Saudi.

Khashoggi, kontributor senior The Washington Post, sempat dinyatakan menghilang tak lama setelah memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Misteri hilangnya Khashoggi berujung tragis, dia pun diketahui tewas.

Dari transkrip itu, turut mendeskripsikan upaya Khashoggi melawan para pembunuhnya. Terdapat referensi suara yang menunjukkan proses mutilasi tubuh sang jurnalis dengan gergaji. 

Dinas Intelijen Turki, sebagaimana laporan CNN, mengatakan telah menyiapkan transkrip asli sekaligus versi terjemahan. Selain itu, terdapat laporan penyelidikan terkait kasus kematian Khashoggi.

 

Baca juga: Menlu Saudi Tolak Serahkan Tersangka Pembunuh Khashoggi

 

Pada Minggu waktu setempat, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan pihaknya sejauh ini menolak tuntutan mengekstradisi tersangka yang terkait dengan pembunuhan Khashoggi. Hal itu merupakan tuntutan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang berulang kali mendesak Saudi menyerahkan tersangka pembunuhan. 

"Kami tidak akan menyerahkan warga kami," kata Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir ketika ditanya tentang perintah penangkapan itu. 

Ia berbicara dalam jumpa pers pada temu puncak Teluk Arab di Riyadh.

Turki meyakini 15 orang tersangka sengaja dikirim Saudi ke Istanbul untuk mengakhiri nyawa Khashoggi. Sampai saat ini, Saudi menepis tudingan tersebut seraya menyatakan terjadi kesalahan dalam operasi yang berujung fatal.

Di lain sisi, Presiden Amerika Serikat (AS) terlihat menahan diri untuk tidak menyalahkan Putera Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman. Padahal, laporan CIA menyimpulkan peranan Putera Mahkota sebagai otak dari kasus pembunuhan tersebut. 

Kasus kematian Khashoggi berdampak negatif pada reputasi internasional Saudi. Sejumlah negara Barat termasuk AS, Prancis dan Kanada, telah menjatuhkan sanksi terhadap 20 warga Saudi. (AFP/OL-3)

Baca Juga

AFP

Biden Akan Segera Umumkan Tim Ekonominya

👤Nur Aivanni 🕔Senin 30 November 2020, 14:47 WIB
Presiden AS terpilih Joe Biden diperkirakan akan menunjuk Neera Tanden, yang merupakan penasihat mantan Presiden Barack Obama, sebagai...
AFP/Adam TAYLOR / PRIME MINISTER OFFICE AUSTRALIA

Australia Tuntut Tiongkok Minta Maaf Atas Unggahan Foto Palsu

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 30 November 2020, 12:34 WIB
Morrison mengatakan Australia meminta penghapusan gambar yang disebutnya 'Amat sangat memuakkan'...
AFP/ANWAR AMRO

Libanon akan Longgarkan Pembatasan Mulai Hari Ini

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 30 November 2020, 10:48 WIB
Hassan memperingatkan mengenai bahaya meningkatnya kasus covid-19 dan berharap warga tetap mematuhi protokol...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya