Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Janji Indonesia Lampaui Ekspektasi Palestina

Denny Parsaulian Sinaga
15/10/2018 20:10
Janji Indonesia Lampaui Ekspektasi Palestina
( AFP PHOTO / Yasser Al-Zayyat)

MENTERI Luar Negeri Negara Palestina Riyad al-Maliki mengapresasi dan sangat berterima kasih atas janji Indonesia menjadi suara Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Hal itu disampaikan al-Maliki saat memberikan kuliah umum di Sekolah Kajian Stretejik dan Global Universitas Indonesia, di Salemba, Jakarta, Senin (15/10).

Kuliah ini merupakan salah satu acara dari rangkaian acara Solidarity Week for Palestina yang diselenggarakan di Bandung dan Jakarta pada 12-17 Oktober. Lewat Solidarity Week, Indonesia ingin menyampaikan komitmennya dalam membela kemerdekaan Palestina.

Posisi Indonesia mendukung Palestina telah jelas dirujuk pada Pembukaan UUD 1945 yang mengatakan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

"Ini sesuatu yang tidak pernah kami bayangkan. Negara seperti Indonesia mau menjadi suara kami di DK PBB. Ini sangat penting. Ini sangat penting. Saya harus mengapresiasi dan berterimakasih karena melakukan itu," kata al-Maliki di hadapan 250 peserta kuliah umum yang terdiri dari mahasiswa, dosen, pemerhati isu Timur Tengah, serta para staf Kementrian Luar Negeri.

Turut hadir di kuliah umum tersebut, Wakil Rektor Bqmbang Wibawarta dan Direktur Sekolah Kajian Stretejik dan Global UI Muhammad Luthfi.

Menurut al-Maliki Indonesia sangat konsisten membantu Palestina. Kini, setelah Indonesia memastikan diri menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada 2019-2020, Indonesia sudah menjanjikan menjadi suaranya Palestina di DK PBB.

"Ini melebihi harapan kami. Itu sebabnya saya merasa sangat senang dengan adanya Indonesia di DK PBB mulai 1 Januari 2019 mendatang," imbuhnya.

Al-Maliki mengatakan janji itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi beberapa hari lalu. Presiden Joko Widodo pun menegaskan kembali saat bertemu Senin (15/10).

"Retno (Menlu) telah mengatakan kepada saya beberapa hari lalu. Dan ini juga saya dengar dari Yang Mulia Bapak Presiden (Joko Widodo) tadi pagi," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut janji Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI dan Palestina akan duduk berdiskusi membahas strategi dan agenda yang akan dibawa ke DK PBB nanti.

"Dan selanjutnya kami akan mendiskusikan bagaimana mengatur komunikasi antara dua kementrian kita di PBB. Apa agenda kami dan kebutuhan Palestina. Jadi Indonesia akan mewakili Palestina di DK PBB," urai al-Maliki.

Sebelumnya Indonesia sudah banyak membantu Palestina. "Indonesia sudah membantu kami untuk capacity building. Juga membantu secara finansial. Dan ini sangat penting."

Mulai 1 Januari 2019, Indonesia akan menduduki kursi anggota tidak tetap DK PBB hingga 2020. Indonesia menjadi anggota tidak tetap bersama dengan Afrika Selatan, Republik Dominika, Jerman, dan Belgia.

Keanggotaan Indonesia diraih setelah mendapatkan 144 suara di pertemuan Majelis Umum, 8 Juni 2018 lalu di New York, AS. Itu merupakan kali keempat Indonesia terpilih.

Indonesia pertama kali terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB pada 1973-1974 bersama Kenya, Peru, Australia, dan Austria.

Lalu terpilih kembali pada periode 1995-1996 bersama Botswana, Honduras, Jerman, dan Italia. Selanjutnya, di 2007-2008 bersama Afrika Selatan, Panama, Belgia, dan Italia. (A-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya