Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Jalan Tengah bagi Peradaban Dunia Terefleksikan dalam Pancasila

Denny Parsaulian Sinaga
26/7/2018 20:15
Jalan Tengah bagi Peradaban Dunia Terefleksikan dalam Pancasila
Utusan Khusus Presiden RI Untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin (ketiga dr kanan) bersama Ketua Panitia Pelaksana WPF Dr. M. Nadjib (kedua dari kiri), Direktur Program dan Kerja Sama Centre for Dialogue and Coope(Denny Parsaulian Sinaga)

KANTOR Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) bekerja sama dengan Center for Dialogue and Cooperation Among Civilization (CDCC) dan Cheng Ho Multicultural Education Trust akan menyelenggarakan The 7th World Peace Forum (WPF) di Hotel Sultan Jakarta pada 14-16 Agustus 2018.

WPF akan menjadi ajang silaturahmi dan bertukar pikiran para tokoh perdamaian dunia guna membahas masalah-masalah strategis yang ada untuk dicarikan solusinya. Forum tersebut sedianya akan dibuka oleh Presiden RI Ir Joko Widodo dan ditutup oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Para peserta forum merupakan para pencinta dan aktivis perdamaian dari berbagai kalangan, mulai dari kepala negara dan pemerintahan yang masih aktif ataupun sudah mantan, pemuka agama, cendekiawan, budayawan, diplomat, serta aktivis lembaga swadaya masyarakat.

Setidaknya akan ada 250 tokoh dari berbagai negara yang akan berpartisipasi aktif dalam forum tersebut. Tema yang diangkat dalam WPF tahun ini adalah The Middle Path for the World Civilization (Jalan Tengah Bagi Peradaban Dunia).

Utusan Khusus Presiden RI Untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin menjelaskan, jalan tengah dapat direfleksikan dalam Pancasila.

Menurut Din, saat ini momentum yang tepat bagi Indonesia untuk percaya diri diri menawarkan wawasan kebangsaan yang dimiliki. Hal itu disebabkan Indonesia telah membuktikan bahwa Pancasila mampu menjadi simbol pemersatu dan merawat kerukunan bangsa yang majemuk.

“Tema jalan tengah ini sangat penting sekali sebagai alternatif solusi dari berbagai masalah dunia yang ada saat ini. World disorder ataupun world uncertainty yang menciptakan berbagai krisis seperti krisis pangan, krisis lingkungan serta krisis lainnya ditengarai disebabkan oleh sistem dunia saat ini yang mengarah pada liberalisme,” ujar Din di Jakarta, Kamis (26/7).

Lebih jauh Din mengungkapkan bahwa jalan tengah merupakan paham yang juga dipakai di banyak negara. Karenanya, menurut Din, suatu keniscayaan jika jalan tengah dipakai sebagai sistem dunia untuk mengatasi berbagai krisis yang terjadi.

Nanti di penghujung forum WPF akan dirumuskan suatu komunike yang mungkin disebut 'Pesan Jakarta'.

“Ada suatu ekspektasi jika prinsip jalan tengah ini diadopsi oleh Negara dan diusulkan ke PBB agar menjadi gerakan internasional, seperti Millenium Development Goals yang kini diperluas menjadi Sustainable Development Goals,” tutur Din. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya