Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI Diraja Malaysia menangkap tujuh orang terduga teroris, tiga di antara mereka adalah warga negara Indonesia (WNI). Meski demikian, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengungkapkan pemerintah Malaysia belum memberikan notifikasi resmi terkait penangkapan.
Namun, Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur telah mengontak otoritas di Malaysia untuk meminta akses kekonsuleran.
"Siang hari ini, kita mengontak otoritas di Malaysia untuk akses kekonsuleran. Akses kekonsuleran ini sangat penting," ucap Menlu Retno di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (19/7).
Retno mengungkapkan dengan akses kekonsuleran, pemerintah dapat memastikan yang bersangkutan adalah benar WNI. Selain itu, kecocokan data bisa dilakukan dengan sistem Indonesia.
"KBRI sudah bekerja sebelum kita berbicara macam-macam, untuk memastikan mereka WNI kemudian melakukan pencocokan data di sistem kita," imbuh dia.
Hal senada disampaikan Duta Besar RI untuk Kuala Lumpur Rusdi Kirana. Dia mengatakan meminta akses konsuler untuk menemui para terduga teroris asal Indonesia tersebut.
Ketujuh tersangka itu ditangkap dalam operasi sejak 12 Juli hingga 17 Juli kemarin di Trengganu, Selangor, Perak dan Johor.
"Salah satu tersangka asal Indonesia adalah operator pabrik. Dia mengaku memiliki hubungan dari anggota jaringan JAD, yang terlibat dalam bentrok di Mako Brimob Jakarta," ujar Inspektur Jenderal Polisi Mohd Fuzi Harun.
Selain itu, satu dari tujuh tersangka ini juga mengancam akan membunuh Raja Malaysia, Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan satu menteri kabinet. (Medcom/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved