Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM penyelamat Thailand telah memulai upaya penyelamatan anak-anak tim sepak bola Wild Boars dan pelatihnya yang terjebak dalam kompleks gua Tham Luang sejak 23 Juni. Pada Minggu (8/7), tim memasukkan pipa udara sepanjang satu kilometer ke dalam gua untuk memulihkan kadar oksigen di ruangan tempat tim berlindung juga untuk petugas medis dan penyelam.
Lebih dari 100 lubang eksplorasi juga telah dimasukkan--beberapa dangkal, tetapi ada yang terpanjang 400 meter--ke lereng gunung sebagai upaya untuk membuka rute evakuasi kedua dan menghindari memaksa belasan anak laki-laki itu menyelam.
Pada Sabtu, Angkatan Laut Thailand menerbitkan catatan-catatan menyentuh yang ditulis oleh anak-anak yang terperangkap ke keluarga mereka, yang telah menunggu mereka dengan sangat dekat di luar pintu masuk gua. Anak-anak itu mendesak kerabat tidak perlu khawatir dan meminta makanan favorit mereka begitu mereka dievakuasi dengan selamat. Catatan itu diserahkan kepada penyelam.
Pheerapat, yang dijuluki 'Night', yang merayakan ulang tahunnya ke-16 di dalam gua pada 23 Juni, mengatakan: "Aku mencintaimu, Ayah, Ibu dan adikku. Kau tidak perlu khawatir tentang saya."
Pelatihnya, Ekkapol Chantawong, yang dikritik oleh banyak warga Thailand karena memimpin anak-anak itu ke dalam gua, juga meminta maaf.
"Untuk semua orang tua, semua anak-anak masih baik-baik saja. Saya berjanji untuk memberi perawatan terbaik bagi anak-anak," katanya dalam sebuah catatan yang diberikan kepada penyelam pada Jumat, 6 Juli.
"Terima kasih atas semua dukungan moral dan saya mohon maaf kepada orang tua." (AFP/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved