Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PAPUA Nugini (PNG) mengumumkan keadaan darurat di Dataran Tinggi di Selatan setelah aksi massa bersenjata yang mengamuk dan membakar sebuah pesawat penumpang dan rumah gubernur setempat.
Polisi mengatakan mereka marah oleh keputusan pengadilan yang membatalkan petisi melawan pemilihan Gubernur William Powi pada 2017 yang diduga melakukan korupsi.
Mereka membakar rumah Powi dan gedung pengadilan lokal di kota Mendi akhir pekan lalu serta menghancurkan sebuah pesawat milik maskapai nasional di bandara. Gambar di media sosial menunjukkan pesawat turboprop bermesin ganda terbakar.
Tidak ada korban luka dan Air Niugini mengatakan awak pesawat Dash 8 selamat dan telah kembali ke ibu kota, Port Moresby.
Maskapai penerbangan mengungkapkan akan melakukan tinjauan lengkap kejadian dan penilaian risiko sesuai dengan persyaratan Otoritas Keselamatan Sipil Penerbangan Sipil. Maskapai juga mengumumkan layanan ke daerah tersebut ditangguhkan.
Menteri Penerbangan Sipil Alfred Manase mengatakan bandara di Mendi akan tetap ditutup tanpa batas dan staf pindah ke lokasi lain demi keselamatan mereka.
"Ini memang hari yang sangat menyedihkan bagi industri penerbangan sipil di PNG," paparnya.
"Serangan terhadap maskapai bendera nasional kami adalah serangan terhadap identitas kami sebagai sebuah negara."
Perdana Menteri PNG Peter O'Neill mengumumkan keadaan darurat sembilan bulan dan membekukan pemerintah provinsi.
"Provinsi ini sedang dipulihkan hingga keadaan menjadi normal dan hari ini kami meminta maaf kepada Papua New Guinea atas peristiwa yang telah terjadi, terutama karena frustrasi," jelasnya kepada surat kabar Post Courier.
"Tidak ada orang yang berada di atas hukum dan semua yang terlibat akan menghadapi kekuatan penuh dari hukum dan bertanggung jawab atas kejahatan yang mereka lakukan," tambahnya.
Thomas Eluh, mantan polisi, telah diberi kekuatan darurat konstitusional, dengan O'Neill secara pribadi mengawasi operasi pemerintah provinsi.
Seorang wartawan Radio Selandia Baru di Mendi, Melvin Levongo, mengatakan jumlah polisi kurang dan tidak dapat menghentikan massa yang dipersenjatai dengan senjata mutakhir.
"Massa ingin melakukan sesuatu ... orang-orang sangat marah terhadap gubernur ... dan begitu juga sesuatu untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah saat ini," imbuhnya.
"Dalam sejarah PNG, tidak ada yang membakar Air Niugini (pesawat) sebelumnya. Ini kebanggaan kami, dan bagi orang-orang di Mendi untuk melakukan itu, itu menyedihkan. Seluruh bangsa tidak senang tentang hal itu," tukas Levongo. (AFP/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved