Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCARIAN swadaya keluarga korban penerbangan Malaysia Airlines MH370 akan berakhir dalam beberapa hari mendatang setelah sekitar empat tahun pesawat tersebut menghilang. Hal itu dikemukakan perusahaan eksplorasi Amerika Serikat (AS), Ocean Infinity, pada Selasa (29/5).
Pencarian secara resmi berakhir pada April, tapi ada rencana diperpanjang. Namun, pemerintahan baru Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengumumkan pencarian itu akan berakhir.
Ocean Infinity yang berbasis di Texas mengatakan, "Pencarian saat ini untuk puing-puing ... penerbangan MH370 akan segera berakhir."
Seorang juru bicara menambahkan pencarian akan berakhir dalam beberapa hari mendatang tanpa memberikan tanggal yang tepat.
Penyisiran baru sebelumnya telah dilakukan di sekitar 25.000 kilometer persegi di Samudra Hindia selatan, sebelah utara zona pencarian sebelumnya.
Kapal yang melakukan pencarian, Seabed Constructor, adalah kapal penelitian Norwegia yang membawa 65 awak, termasuk dua anggota angkatan laut Malaysia sebagai wakil pemerintah.
Kapal tersebut menjelajahi perairan menggunakan delapan pesawat nirawak otonom yang dilengkapi dengan sonar dan kamera serta mampu beroperasi hingga kedalaman hingga 6.000 meter.
Hanya tiga fragmen dari MH370 yang dikonfirmasi telah ditemukan di pantai Samudra Hindia barat, termasuk bagian sayap dua meter yang dikenal sebagai flaperon.
Pesawat milik maskapai Malaysia Airlines itu menghilang pada Maret 2014 dengan 239 orang penumpang yang sebagian besar penduduk Tiongkok dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.
Tidak ada tanda-tanda pesawat itu ditemukan di zona pencarian laut seluas 120.000 kilometer persegi. Pencarian terbesar sepanjang sejarah penerbangan yang dipimpin Australia berhenti pada Januari tahun lalu.
Kemudian pemerintah Malaysia mendapat tekanan dari keluarga hingga membuat kesepakatan dengan Ocean Infinity untuk memulai kembali pencarian pada Januari dengan syarat mereka dibayar jika Boeing 777 atau kotak hitamnya ditemukan.
Perusahaan itu berpeluang menghasilkan US$70 juta jika berhasil, tapi hingga saat ini tidak menemukan tanda-tanda pesawat itu meskipun menjelajahi dasar laut dengan beberapa peralatan paling canggih di dunia.
Menghilangnya pesawat jet penumpang tersebut adalah salah satu misteri penerbangan yang paling abadi sepanjang waktu. Sejumlah teori pun muncul, mulai dari pembajakan hingga rencana teror. (AFP/A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved