Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRUS mematikan yang dibawa oleh kelelawar buah--Nipah telah menewaskan sedikitnya 10 orang di India Selatan dan mengakibatkan lebih dari 90 orang dikarantina. Seorang pejabat kesehatan mengatakan pada Selasa (22/5).
"Kami mengirim 18 sampel untuk diuji. Dari 12 orang yang diuji positif, sepuluh dari mereka yang dinyatakan positif tewas dan dua lainnya menjalani perawatan," kata seorang pejabat kesehatan di Distrik Kozhikode, Negara Bagian Kerala kepada AFP.
Lima kematian dalam wabah itu sebelumnya telah dikonfirmasi sebagai Nipah dan pihak berwenang telah memerintahkan langkah-langkah darurat untuk mengendalikan wabah itu.
Sebelumnya media-media melaporkan 10 orang tewas. Tetapi para pejabat mengatakan kepada AFP bahwa tes-tes terakhir belum selesai pada kematian-kematian yang mencurigakan lainnya.
"Sembilan orang sebelumnya telah dirawat di rumah sakit dengan gejala menyerupai virus, yang dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia berakibat fatal pada 70% kasusnya," kata petugas pengawas kesehatan Negara Bagian Kerala KJ Reena kepada AFP.
Salah satu dari sembilan telah diuji positif untuk Nipah. "Kami juga melacak 94 orang yang telah melakukan kontak dengan orang-orang yang meninggal dan mereka telah dikarantina sebagai tindakan pencegahan," tambah Reena.
Sebelumnya tiga orang dalam satu keluarga menjadi korban meninggal. Kelelawar mati ditemukan di sebuah sumur rumah keluarga tersebut di distrik Kozhikode--yang sebelumnya dikenal sebagai Calicut.
Tidak ada vaksinasi untuk Nipah, yang telah menewaskan lebih dari 260 orang di Malaysia, Bangladesh, dan India sejak mewabah pads 1998.
WHO telah menamai Nipah sebagai salah satu dari delapan penyakit prioritas yang dapat menyebabkan epidemi, bersama Ebola dan Zika. Virus menginduksi gejala mirip flu yang menyebabkan ensefalitis dan koma yang menyiksa. (AFP/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved