Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Tiongkok Daratkan Pengebom di Laut Cina Selatan, Filipina Ambil Langkah Diplomatik

Micom
21/5/2018 13:43
Tiongkok Daratkan Pengebom di Laut Cina Selatan, Filipina Ambil Langkah Diplomatik
(AFP)

FILIPINA mengambil tindakan diplomatik untuk menegaskan pengakuan atas negaranya di Laut Cina Selatan setelah pesawat pengebom milik Tiongkok mendarat di pulau dan terumbu karang di wilayah bersengketa, kata Kementerian Luar Negeri di Manila, Senin (21/5).

Angkatan Udara Tiongkok mengatakan armada pengebom, seperti H-6K, mendarat dan lepas landas dari kepulauan dan terumbu karang di Laut Cina Selatan sebagai bagian dari pelatihan pada minggu lalu. Hal ini memicu kemarahan anggota
oposisi parlemen di Manila. Amerika Serikat juga mengirim kapal ke wilayah bersengketa itu.

"Kami mengambil tindakan diplomatik, yang tepat yang diperlukan, untuk melindungi pengakuan kami dan akan terus melakukannya pada masa depan," kata Departemen Luar Negeri Filipina dalam pernyataan resmi.

"Kami menegaskan tekad melindungi setiap jengkal wilayah kami yang memiliki hak berdaulat atas kami," kata pernyataan itu.

Namun, Filipina tidak mau mengutuk tindakan Tiongkok, yang dinilai Washington dapat meningkatkan ketegangan dan mengguncang kawasan itu.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan, jalur air strategis di mana komoditas yang bernilai sekitar tiga triliun dolar AS melewati setiap jalur laut itu tiap tahun. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim yang saling bertentangan di wilayah tersebut.

Tiongkok membangun tujuh pulau buatan di Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan dan mengubahnya menjadi pos-pos militer dengan lapangan terbang, radar, dan pertahanan peluru kendali.

Beijing mengatakan fasilitas militernya di Spratly murni sebagai pertahanan dan dapat melakukan apa yang disukainya di wilayahnya sendiri.

Anggota parlemen Filipina mengkritik Presiden Rodrigo Duterte karena tidak mengkonfrontasi Tiongkok dan memilih untuk memenangkan persahabatan dengan mereka, meskipun ada keputusan yang menguntungkan yang diterima Manila atas perairan yang dipersengketakan dari pengadilan arbitrase di Den Haag pada 2016.

Duterte tidak akan mengambil jalan bentrokan dengan Tiongkok dan menegaskan keterbukaannya untuk melakukan penjajakan dan pengembangan bersama di perairan itu, yang diyakini kaya akan minyak dan gas alam. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya