Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu ulama pejuang perdamaian Afganistan, Fazal Ghani Kakar yang turut hadir pada Konferensi Trilateral Ulama antara Pakistan, Indonesia dan Afganistan di Istana Bogor, Jumat (11/5), menilai deklarasi damai yang disepakati oleh tiga negara tersebut merupakan permulaan yang baik agar Afganistan dan Pakistan untuk dapat duduk bersama mencapai perdamaian.
"Kami melihat langkah positif untuk berjalan lebih lanjut bagi pembicaraan dan negosiasi. Kami berharap sekali langkah selanjutnya bagi pembicaraan itu akan lebih bermanfaat," ujarnya di Istana Bogor, Jumat (11/5).
Ia mengungkapkan para ulama dari kedua belah pihak, baik itu dari Afganistan dan Pakistan setuju untuk mengakhiri kekerasan dan menciptakan perdamaian. Lebih lanjut kata dia, sebagaimana yang tertulis dalam Alquran juga menyebutkan bahwa tindakan kekerasan itu berlawanan dari ajaran-ajaranNya oleh karena itu harus dihentikan.
"Akan ada inisiatif yang harus diperluas melalui pertukaran bilateral dari ulama Pakistan maupun Afghanistan. Kemudian, dukungan lebih lanjut dari para muslim dari negara lain yang akan berada di bawah (koordinasi) ulama Indonesia dan pemerintah Indonesia," tandasnya.
Ia mengungkapkan kondisi terakhir di Afganistan tidak begitu baik, masih ada sejumlah masalah yang disebabkan adanya interpretasi ekstrem. Pihaknya menilai positif pertemuan ini dengan menegaskan bahwa bom bunuh diri dan juga serangan kepada warga sipil yang menjadi target di dalam Afganistan itu tidak resmi dan tidak ada hubungannya dengan hukum agama.
Untuk diketahui, selama bertahun-tahun, Pakistan dilanda rentetan teror dari militan-militan yang kerap melibatkan aksi pengebom bunuh diri. Bahkan militan juga mengklaim bahwa jihad yang mereka lakukan untuk memberlakukan syariat Islam. Serangan bom bunuh diri kerap dikecam sebagai aksi fanatik dan tidak bermoral, khususnya saat warga sipil menjadi korbannya. Namun kelompok militan memandang bom bunuh diri sebagai senjata paling efektif.
"Sebenarnya kondisi di sana tidak begitu baik, masih ada sejumlah masalah yang disebabkan adanya interpertasi ekstrim. Serta, ada pula fatwa-fatwa yang dikeluarkan pada kejadian bom bunuh diri di Afghanistan. Kemudian, mereka juga memperbolehkan untuk menargetkan lokasi-lokasi mana saja yang mereka kehendaki. Konferensi ini sangat positif dari para ulama dan juga deklarasi, bahwa bom bunuh diri, serangan bom, ledakan bom, dan juga serangan kepada warga sipil yang menjadi target di dalam Afghanistan itu tidak resmi dan tidak ada hubungannya dengan hukum agama," pungkasnya.
Secara terpisah, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan dalam pertemuan tadi tidak membicarakan secara khusus soal fatwa yang mengharamkan bunuh diri. Adapun sebelumnya, Presiden Pakistan Mamnoon Hussein menyatakan hukum bom bunuh diri adalah haram. Fatwa tersebut dinilainya memiliki basis yang kuat untuk membawa kestabilan pada masyarakat moderat Islam.
"Tadi hanya berbicara soal umumnya Afganistan. Tapi jelas, bunuh diri tidak sesuai ajaran Islam. Tidak ada itu," pungkasnya. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved