Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

California, Pertama Wajibkan Rumah Baru Pasang Panel Surya

Denny Parsaulian Sinaga
10/5/2018 14:30
California, Pertama Wajibkan Rumah Baru Pasang Panel Surya
()

NEGARA Bagian California, pada Rabu (9/5), waktu setempat menjadi otoritas pertama di AS yang mewajibkan rumah-rumah baru memasang panel surya. Hal tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Komisi Energi California mengatakan standar bangunan baru tersebut diadopsi dengan suara bulat oleh para anggota. Ketentuan ramah lingkungan itu akan berlaku pada 1 Januari 2020.

"Kami adalah yang pertama, kami tidak akan menjadi yang terakhir," kata komisaris David Hochschild setelah peraturan baru itu disahkan. "Voting hari ini, penting."

Menurut rencana, pemilik rumah bisa diharapkan membayar US$40 (setara sekitar Rp560 ribu) lebih pada hipotek mereka. Setidaknya mereka bakal menghemat US$80 (sekitar Rp1,12 juta) per bulan untuk tagihan pemanasan, pendinginan, dan lampu-lampu.

Komisi itu mengatakan standar baru tersebut akan mengurangi emisi gas rumah kaca dengan jumlah yang setara dengan 115.000 mobil berbahan bakar fosil. Para anggota berharap negara-negara bagian lain mengikutinya di tahun-tahun mendatang.

"Di bawah standar baru ini, bangunan akan berkinerja lebih baik dari sebelumnya. Pada saat yang sama mereka berkontribusi pada jaringan yang dapat diandalkan," kata Andrew McAllister, seorang anggota komisi, dalam sebuah pernyataan.

"Bangunan-bangunan yang dibeli dan ditinggali di California akan beroperasi sangat efisien dengan menghasilkan energi bersih mereka sendiri," tambahnya.

Berdasarkan rencana tersebut, beberapa rumah baru, termasuk yang tidak mendapat sinar matahari langsung, akan dibebaskan dari pemasangan panel surya.

Tapi langkah ini ternyata mendapat kritik. Kritik mengatakan pemasangan panel surya akan menaikkan biaya pembangunan rumah baru hampir US$10.000. Padahal, menurut kritikus ini, keadaan saat ini sedang krisis perumahan dan terjadi pelonjakan biaya konstruksi.

California telah lama menjadi yang terdepan dalam perjuangan melawan efek perubahan iklim dengan mengadopsi peraturan yang ketat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Negara bagian AS tersebut juga telah berkomitmen mendapatkan 50% listriknya dari sumber terbarukan pada 2030. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya