Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Masa Depan Kesepakatan Nuklir Iran, Seluruh Mata Pada Trump

Irene Harty
08/5/2018 19:44
Masa Depan Kesepakatan Nuklir Iran, Seluruh Mata Pada Trump
(AFP)

KEPUTUSAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait sanksi atas program nuklir Iran akan diawasi ketat sejumlah kekuatan dunia, apakah AS akan menarik diri dari kesepakatan internasional atau tidak.

Sejumlah kekuatan dunia sedang mempertimbangkan program nuklir mereka sendiri, sementara Korea Utara akan segera melakukan pembicaraan non-proliferasi dengan AS. Teheran telah mengirimkan sinyal tentang respon potensial, mengisyaratkan bahwa meninggalkan kesepakatan dan kembali ke pengayaan uranium skala militer akan sangat buruk.

Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan negaranya akan tetap dalam perjanjian bahkan jika AS menarik diri. Tapi belum tentu pemimpin militer Iran yang lebih keras, atau Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, memiliki pandangan yang sama.

AS tidak menuduh bahwa Iran melanggar ketentuan perjanjian tapi mengatakan bahwa kesepakatan itu sendiri tidak mengakhiri program nuklir kontroversial Teheran secara permanen, menghentikan uji coba rudal, atau mengakhiri aktivitas Iran yang membebani di kawasan itu.

Sejak awal menjabat, Trump berjanji untuk mengubah kesepakatan mengingat dukungan Iran untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan kelompok bersenjata Libanon Hizbullah dalam perang saudara Suriah dan pemberontak Syiah Huthi di Yaman.

Sementara itu, kekuatan Eropa skeptis bahwa pemerintahan Trump memiliki rencana cadangan untuk menahan ambisi Iran setelah dia membuat janji kampanye dengan baik untuk merobek kesepakatan itu.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas memperingatkan keruntuhan perjanjian itu bisa memicu eskalasi di wilayah itu dan menekankan sekutu AS di Eropa berpikir kesepakatan itu menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih aman.

Dalam keadaan apapun, Prancis juga akan terus mendorong kesepakatan nuklir itu, menurut Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly.

"Perjanjian ini bukan yang terbaik di dunia. Tapi itu masih memiliki kebaikan ... dan mereka (orang Iran) menghormatinya," katanya kepada radio RTL.

Dia juga berkomentar pada peran Iran di Suriah atas dasar pengaruhnya yang besar di kawasan. Namun kehadiran Iran telah meningkatkan ketegangan dengan Israel di dekatnya, yang telah melakukan beberapa pemogokan pada target di Suriah dalam beberapa pekan terakhir.

"Kita dapat melihat bahwa eskalasi apapun ... yang dapat menyebabkan Iran tidak menghormati kesepakatan yang ditandatangani, termasuk oleh Amerika Serikat, hanya akan memperburuk situasi yang sudah sangat tegang," tandas Parly. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya