Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Ditembak karena Penodaan Agama, Mendagri Pakistan Kembali Pulih

Irene Harty
07/5/2018 19:27
Ditembak karena Penodaan Agama, Mendagri Pakistan Kembali Pulih
(AFP PHOTO / PID / Handout)

MENTERI Dalam Negeri Pakistan, Iqbal, pulih di rumah sakit pada Senin (7/5) setelah ditembak dalam dugaan upaya pembunuhan yang mungkin terkait dengan kasus penodaan agama.

Iqbal yang berusia 59 tahun itu ditembak di lengan kanan saat bersiap untuk meninggalkan pertemuan publik di daerah pemilihannya di provinsi Punjab, Minggu (6/5) malam.

Iqbal dilarikan ke rumah sakit setempat dan kemudian diterbangkan ke Lahore. Dalam rekaman video yang dirilis oleh Muslim Pakistan, League-Nawaz (PML-N) yang berkuasa, menunjukkan dia diturunkan dari helikopter dengan tandu. Matanya terbuka saat dia menjawab pertanyaan. Kemudian, dokter mengatakan dia dalam kondisi stabil.

Seorang laki-laki yang diidentifikasi oleh polisi hanya sebagai Abid, berusia 20-an dijatuhkan ke tanah oleh polisi dan penonton saat bersiap-siap untuk tembakan kedua. Dia telah dibawa ke tahanan.

Wakil Komisaris Lokal, Ali Anan Qamar mengatakan penembak mengaku melakukan serangan karena sumpah yang berubah sejak diumumkan tahun lalu berkaitan dengan penodaan agama.

Kontroversi memicu aksi selama tiga minggu pada November lalu oleh kelompok Islamis yang melumpuhkan ibu kota dan berakhir dengan kesepakatan antara pemerintah, para demonstran, ditengahi oleh militer. Pada saat itu banyak orang Pakistan memperingatkan preseden berbahaya di pinggiran dapat mengacaukan negara dengan muatan penistaan agama.

Serangan itu dengan cepat dikecam oleh masyarakat internasional, termasuk duta besar AS dan kedutaan Prancis saat Pakistan menyuarakan ketakutan itu merupakan upaya untuk melemahkan demokrasi menjelang pemilihan federal, yang diperkirakan akan diadakan akhir musim panas ini.

Iqbal, disebut-sebut sebagai calon perdana menteri ketika Nawaz Sharif digulingkan Juli lalu. Ia seorang anggota parlemen yang dididik AS dari sebuah keluarga politik lama yang terkait dengan PML-N. Dianggap sebagai otak di belakang agenda pembangunan partai, dia sebelumnya memimpin kementerian perencanaan. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya