Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Fix, Duterte Permanen Larang Warga Filipina Kerja di Kuwait

Irene Harty
29/4/2018 18:39
Fix, Duterte Permanen Larang Warga Filipina Kerja di Kuwait
(AFP PHOTO / NICHOLAS YEO)

PRESIDEN Filipina Rodrigo Duterte, pada Minggu (29/4), mengatakan larangan sementara bagi warga Filipina untuk bekerja di Kuwait sekarang menjadi permanen. Kebijakan ini mengintensifkan kebuntuan diplomatik atas perlakuan terhadap pekerja migran di negara Teluk tersebut.

Duterte menggambarkan situasi di Kuwait sebagai malapetaka. Pada Februari, Duterte memberlakukan larangan terhadap para pekerja yang menuju ke Kuwait setelah pembunuhan seorang pembantu Filipina yang mayatnya ditemukan dimasukkan ke dalam freezer di negara Teluk.

Krisis semakin dalam setelah otoritas Kuwait pekan lalu memerintahkan utusan Manila untuk meninggalkan negara itu atas video-video staf kedutaan Filipina yang membantu para pekerja di Kuwait melarikan diri dari para majikan yang diduga melakukan kekerasan.

Kedua negara telah merundingkan sebuah perjanjian kerja yang menurut para pejabat Filipina dapat mengakibatkan pencabutan larangan tersebut tapi eskalasi ketegangan baru-baru ini telah membuat kesepakatan dalam keraguan.

"Larangan itu tetap secara permanen. Tidak akan ada lagi perekrutan untuk pembantu rumah tangga. Tidak lebih," kata Duterte.

Sekitar 262.000 orang Filipina bekerja di Kuwait, hampir 60% dari mereka adalah pekerja rumah tangga, menurut Kementerian Luar Negeri Filipina.

Pekan lalu, Filipina meminta maaf atas video penyelamatan tapi pejabat Kuwait mengumumkan mereka mengusir duta besar Manila dan memanggil utusan mereka sendiri dari negara Asia Tenggara.

Duterte mengatakan akan membawa pulang pembantu rumah tangga asal Filipina yang mengalami pelecehan saat dia mengajukan banding kepada pekerja yang ingin tinggal di negara kaya minyak itu.

"Saya ingin menyampaikan kepada patriotisme mereka, pulang ke rumah. Tidak peduli betapa miskinnya kami, kami akan bertahan. Perekonomian berjalan baik dan kami kekurangan pekerja kami," imbuhnya.

Sekitar 10 juta orang Filipina bekerja di luar negeri untuk mencari pekerjaan bergaji tinggi yang tidak dapat mereka temukan di rumah dan pengiriman uang mereka merupakan pilar utama ekonomi Filipina.

Duterte mengatakan para pekerja yang kembali dari Kuwait dapat menemukan pekerjaan sebagai guru bahasa Inggris di Tiongkok, mengutip hubungan yang lebih baik dengan Beijing.

Dia mengatakan akan menggunakan bantuan Tiongkok untuk mendanai repatriasi pekerja dan menambahkan dia tidak mengejar pembalasan terhadap Kuwait dan tidak memelihara kebencian.

"Tetapi jika saya dianggap sebagai beban bagi beberapa dari mereka, kepada beberapa pemerintah yang diamanatkan untuk melindungi mereka dan menjunjung tinggi hak-hak mereka, maka kami akan melakukan bagian kami," tukasnya. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya