Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Marinir Inggris Terbakar Telur Balado

Denny Parsaulian Sinaga
22/4/2018 17:35
Marinir Inggris Terbakar Telur Balado
Marinir Royal British makan bersama anak Panti Asuhan Nuruz Zahroh, di Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (22/4).(Denny Parsaulian)

RASA kekeluargaan tampak jelas di ruang utama Panti Asuhan Nuruz Zahroh, Minggu (22/4). Dua puluh empat serdadu Angkatan Laut Inggris dari Kapal Perang HMS Albion sedang makan siang bersama dengan belasan anak penghuni panti.

HMS Albion merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta sejak kemarin pagi. Direncanakan pada 25 April, kapal akan melanjutkan perjalanan ke Brunei Darussalam.

Menu yang terdiri dari nasi timbel, ayam goreng, telor balado, lalapan, tumis kacang panjang, dan kerupuk udang tersaji di atas helai daun pisang. Untuk pencuci mulut, tersedia pisang dan jeruk.

Para serdadu dan anak panti duduk berselang-seling. Mereka terbagi dalam tiga kelompok makan. Acara makan siang itu juga dipenuhi dengan obrolan-obrolan ringan di antara mereka. Sesekali terdengar tawa.

Salah seorang serdadu, Michael Monnington mengatakan, ini pertama kalinya dia makan dengan tangan, maksudnya tanpa sendok dan garpu. "Makanannya sangat pedas. Aku suka pedas tapi saat mencoba yang ini, rasanya pedas sekali. Rasanya seperti terbakar. Telur balado pedas," ujar Monnington seusai jamuan makan siang itu.

"Ayamnya fantastis. Kerupuk udang menambah nikmat makan siang. Terutama perkedelnya itu, sangat enak," tambah Monnington.

Sekretaris Yayasan Nuruz Zahroh Nicco Putra berharap kunjungan para serdadu HMS Albion ini bakal menambah motivasi anak-anak panti agar belajar lebih giat.

"Senang banget anak-anak diundang Kedubes Inggris hadir di kapal HMS Albion. Dan senang anak berbagi cerita. Mudah-mudahan bisa memotivasi anak-anak agar giat belajar," ujar Nicco.

Harapan Nicco sepertinya terkabul. Karena Cici, salah seorang penghuni panti sudah tidak sabar untuk segera menguasai bahasa Inggris. Supaya bisa pergi ke luar negeri.

"Jadinya pengen ke luar negeri. Jadi harus belajar lebih giat," kata Cici yang mengaku terbuka pikirannya saat naik ke atas kapal HMS Albion.

Cici dan belasan anak panti turut menyambut kedatangan HMS Albion pada pagi harinya. Menurut Cici dulu ada guru bahasa inggris yang rutin mengajar seluruh anak di panti. Tetapi beberapa bulan ini sudah tidak ada lagi.

Senada, Nurazizah, 17, juga mendapat banyak pelajaran dari tur di dalam kapal HMS Albion. "Kami liat kamar. Kamar mandi, menyetir tank. Ada tank di dalam kapal. Pistolnya berat," kata Nur.

Kunjungan para serdadu ini merupakan salah satu kegiatan untuk mempererat persahabatan antara Indonesia dan Inggris. Kunjungan oleh marinir Inggris ke Panti Nuruz Zahroh bukanlah yang pertama kali. Pada 2011, kru kapal HMS Richmond juga mengunjungi panti Nuruz Zahroh.

"Waktu itu mereka mengecat seluruh ruangan panti," kata Ibu asrama Aris Suparni.

Selain untuk tujuan sosial, kunjungan kapal perang ini ke Indonesia juga untuk menjajaki kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Para kru kapal didampingi pegiat industri pertahanan di Inggris akan melakukan pembicaraan dengan TNI AL.

Duta besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menyatakan Inggris ingin meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan. "Kedatangan HMS Albion di Indonesia bertujuan membuka peluang untuk mendukung mitra Inggris dalam menjaga keamanan maritim.

"Seperti Indonesia, Inggris juga memiliki sejarah kemaritiman yang dalam. Dua negara tetap akan menjadi negara maritim. Kami ingin mengamannan laut dan menjaga kelangsungannya," tutur Malik.

Perwira Komando Kapal HMS Albion Kapten Tim Neild menyatakan siap bekerja sama dengan Indonesia. "HMS Albion adalah kapal perang yang memiliki kru terlatih dan profesional. Kehadiran kami di Asia Pasifik untuk menunjukkan bahwa inggris siap bekerja sama." (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya