Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK akan memberlakukan tindakan anti-dumping sementara pada karet sintetis yang diimpor dari Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), dan Singapura. Hal ini dapat memicu semakin tegangnya perang dagang antara Beijing dan Washington, di mana masing-masing pihak telah meningkatkan ancaman bea atas barang bernilai miliaran dolar.
Kementerian Perdagangan Tiongkok mengulangi bahwa kedua pihak tidak bernegosiasi mengenai masalah ini, yang tampaknya bertentangan dengan klaim Presiden AS Donald Trump pekan lalu bahwa kedua belah pihak sedang berdiskusi hebat tentang perdagangan.
"Kedua pihak belum melakukan perundingan bilateral mengenai investigasi bagian 301 AS atau daftar usulan produk Tiongkok untuk pajak," ujar juru bicara Kementerian Gao Feng pada konferensi pers.
Investigasi bagian AS 301 berfokus pada apa yang Washington uraikan sebagai pelanggaran kekayaan intelektual Beijing, termasuk kegagalan untuk menghormati pemegang paten asing.
Ketika ditanya apakah Tiongkok telah meremehkan tekad pemerintah Trump untuk berdagang, Gao membalas, “Kami berharap AS tidak akan meremehkan keputusan Tiongkok.”
Dia memperingatkan bahwa Beijing akan melawan balik skema salah apa pun dari AS yang akan berusaha menahan perkembangan Tiongkok dan memaksa negara berpenduduk terpadat itu untuk menyerah.
"Di permukaan tindakan AS menargetkan Tiongkok, tetapi sebenarnya itu merugikan dirinya sendiri," kata Gao.
Langkah-langkah anti-dumping pada karet datang setelah penyelidikan awal oleh kementerian perdagangan Tiongkok menemukan bukti bahwa negara-negara itu membuang karet halo-isobutene-isoprena.
Importir diarahkan untuk menempatkan deposito dengan departemen bea cukai Tiongkok, mulai dari 26% hingga 66,5% dari biaya barang, untuk diterapkan terhadap tarif yang dikenakan jika kementerian menemukan dumping dalam putusan akhir.
AS dan Singapura adalah sumber ekspor utama Tiongkok untuk karet sintetis, dengan impor dari kedua negara masing-masing sebesar US$153 juta dan US$ 115 juta tahun lalu.
Pemberlakuan bea impor ini mengikuti kasus serupa ketika Tiongkok memutuskan untuk menampar bea masuk anti-dumping sementara pada impor sorgum AS. (AFP/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved