Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pertama Kalinya Pemimpin Korut Sebrangi Perbatasan

Denny Parsaulian
19/4/2018 17:41
Pertama Kalinya Pemimpin Korut Sebrangi Perbatasan
Pemimpin Korea Utara bertemu kepala Departemen Hubungan Internasional pada Komite Pusat Partai Komunis China Song Tao pada 14 April, dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara Korean Central News Agency (KCNA) pada 16 April.(AFP)

Untuk pertama kalinya, seorang pemimpin Korea Utara menyeberang ke Selatan. Ini tidak pernah dilakukan kakek Kim Jong-un, yaitu Kim Il-sung maupun ayahnya Kim Jong-il.

Kim menyeberang untuk menghadiri pertemuan penting dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Pertemuan ini sangat historik. Karena ini pertama kali sejak 2007.

"Kali ini yang penting adalah venuenya. Pertama kalinya Kim Jong-un menyeberang Demiliterize Zone (DMZ) ke bagian selatan," kata Dubes Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom saat jamuan makan siang di Jakarta. "Pemimpin Korea Utara sendiri yang memilih tempatnya. Kami menilai itu bagus. Ini simbolik. Kami sudah meyakinkan dia untuk menyeberang."

Pertemuan yang akan berlangsung pada 27 April ini dilakukan di salah satu rumah kecil di DMZ yang merupakan yurisdiksi PBB.

"Rumah kecil ini House of peace. Dalam yurisdiksi UN Command. Kami berharap rumah kecil ini yaitu peace house. Bisa berubah menjadi icon of peace and reconciliation," harap Kim.

Yang akan dibahas pada pertemuan nanti masih didiskusikan. Tetapi, pihak Korea Selatan mengajukan tiga hal. Pertama, denuklirisasi. Di sini juga dibahas tentang peesenjataan termasuk rudal balistik.

"Nuklir Korut ini adalah ancaman untuk Korsel dan seluruh Asia. Denuklirisasi menjadi highlight. Karena jika tidak ada kemajuan, ini bahaya. Tapi setidaknya duduk dulu dan membicarakan denuklirisasi ini," kata Dubes Kim.

"Kami minta Korut untuk keluar jika ingin bertemu kami. Tahun 2017 sangat panas. Soal balistik missile, tes nuklir, itu memanaskan 2017."

Kedua, damai permanen di Semenanjung Korea. Saat ini Dua Korea masih dalam keadaan perang. Perang Korea pada 1950-1953 terhenti setelah ditandatanganinya perjanjian gwncatan senjata.

Dubes Kim melanjutkan bahwa poin ketiga ialah mencari jalan untuk meningkatkan level hubungan dua Korea.

"Tetapi ini semua masih terbatas pada progres apa yang akan didapat. Kami terbuka utk berdiskusi seperti pertukaran, perdagangan," kata Dubes Kim.

Setelah pertemuan ini, akan dilanjutkan dengan pertemuan historik lainnya antara Kim Jong un dan Presiden Donald Trump.

"Saat ini waktunya masih dibahas. Mgkn akhir Mei atau awal Juni," kata Dubes Kim yang menjadi salah satu pihak yang mempersiapkan pertemuan.

Sementara tempatnya masih dibahas juga. Bisa di Panmunjom, Islandia, Swiss, Tiongkok. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya