Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Donald Trump membenarkan adanya kontak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut). Pertemuan pada Selasa (17/4) itu, untuk memberikan restu AS pada pertemuan antar-Korea dalam rangka mengakhiri secara resmi perang Korea.
Trump muncul untuk mengonfirmasi bahwa pembicaraan Korut dan Korea Selatan (Korsel) pada 27 April akan menghasilkan perjanjian perdamaian yang mendalam terhadap gencatan senjata ad-hoc yang ditandatangani pada 1953.
Dengan didampingi Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Palm Beach, Florida Resort, Trump mengungkapkan pertemuan antar-Korea membahas perjanjian damai, yang jarang terjadi, selama sepuluh hari dapat terwujud berkatnya.
"Orang-orang tidak menyadari bahwa Perang Korea belum berakhir. Itu sedang terjadi sekarang dan mereka sedang mendiskusikan mengakhiri perang. Tunduk pada kesepakatan mereka mendapat restu saya untuk membahas itu," jelas Trump.
Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dipimpin AS, Tiongkok dan Korut pengusung penandatangan kesepakatan setengah abad yang lalu. Namun, kebanyakan ahli setuju Korsel kemungkinan besar harus menandatangi perjanjian pengganti, yang membutuhkan negosiasi lebih mendalam.
Trump juga menegaskan Washington dan Pyongyang telah melakukan kontak di tingkat sangat tinggi dan mempertimbangkan lima lokasi untuk pertemuan puncak dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un.
"Itu akan terjadi mungkin pada awal Juni atau sebelum itu dengan asumsi hal-hal berjalan dengan baik. Ada kemungkinan hal-hal tidak akan berjalan baik dan kami tidak akan mengadakan pertemuan. Kami akan terus melanjutkan jalur yang telah kami ambil," imbuhnya.
Para pejabat mengatakan belum ada keputusan yang dibuat tapi Tiongkok, Korut, Korsel, dan Panmunjom di Zona Demiliterisasi antara kedua negara dipandang sebagai lokasi yang memungkinkan.
Panmunjom adalah situs penandatanganan Perjanjian Gencatan Senjata Korea pada 1953 dan akan menjadi lokasi pertemuan puncak 27 April antara Kim dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. (AFP/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved