Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Trump Peringatkan Rudal Akan Datang ke Rusia

Anastasia Arvirianty
12/4/2018 16:40
Trump Peringatkan Rudal Akan Datang ke Rusia
(AFP PHOTO / NICHOLAS KAMM)

PRESIDEN AS Donald Trump memperingatkan bahwa 'rudal akan datang' sebagai tanggapan atas dugaan serangan kimia di Suriah. Pernyataan itu terlontar di tengah desakan pimpinan PBB terhadap kekuatan dunia untuk menghentikan konfrontasi dengan Rusia karena membuat situasi semakin tidak terkendali.

Dengan tindakan militer AS yang bersifat menghukum yang tampaknya akan segera terjadi, Rusia bergegas untuk membelokkan kesalahan dari sekutunya Bashar al-Assad. Menurut kelompok pemantau, pasukan Suriah mengevakuasi gedung-gedung pertahanan utama di Damaskus.

Kicauan perang Trump muncul sebagai tanggapan terhadap peringatan dari duta besar Rusia untuk Beirut, yang turun ke jaringan televisi yang dijalankan oleh kelompok bersenjata Hizbullah. Ia menyatakan setiap rudal AS akan ditembak jatuh beserta sumber-sumber yang meluncurkan tembakan.

Jika tindakan AS mengikuti pola penghukuman sebelumnya terhadap Suriah tahun lalu, itu akan dimulai dengan rudal jelajah yang ditembakkan dari kapal perang Amerika di Mediterania. Langkah tersebut seperti yang disiratkan Trump ketika dia mengatakan mereka akan lebih baik, baru, dan pintar.

Menteri Pertahanan Jim Mattis serta direktur CIA Mike Pompeo berkumpul di Gedung Putih pada Rabu (11/4) untuk membahas opsi dan strategi untuk keluar dari situasi.

"Tim keamanan nasional presiden bertemu hari ini. Pertemuan itu dipimpin oleh wakil presiden untuk membahas sejumlah opsi," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders.

Dengan kegagalan Dewan Keamanan PBB sejauh ini untuk menemukan solusi diplomatik, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres memperingatkan waktu hampir habis.

"Hari ini, saya memanggil para duta dari lima anggota tetap Dewan Keamanan untuk mengulangi kekhawatiran saya yang mendalam tentang risiko kebuntuan saat ini dan menekankan perlunya untuk menghindari situasi yang terjadi di luar kendali," katanya, mengacu pada AS, Rusia, Tiongkok, Prancis dan Inggris.

Moskow dan Washington sejauh ini telah memveto gerakan masing-masing untuk mengatur penyelidikan internasional terhadap penggunaan senjata kimia.

Para penentang aksi AS yang sepihak menyerukan pertemuan tertutup darurat Dewan Keamanan PBB Kamis (12/4) malam untuk membahas hal tersebut. (AFP/A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya