Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA menolak klaim rezim Suriah menggunakan senjata kimia menentang oposisi di Ghouta Timur. Sebelumnya, Amerika Serikat mengatakan Rusia memiliki tanggung jawab utama untuk setiap serangan.
"Kami dengan tegas menolak informasi ini," kata Jenderal Yuri Yevtushenko, kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia dari Sisi Berjuang di Suriah, seperti dilaporkan oleh kantor berita, Minggu (8/4)
"Kami siap, setelah Douma dibebaskan dari militan, untuk segera mengirim spesialis Rusia dalam radiasi, pertahanan kimia dan biologi untuk mengumpulkan data yang akan mengkonfirmasi klaim ini dibuat," tambahnya.
Hari sebelumnya Douma dihantam oleh serangan udara baru yang menewaskan 70 warga sipil dalam sehari, sedangkan 11 lainnya mengalami masalah pernapasan. Respons pertama datang dari AS yang menuding kepada Presiden Bashar al-Assad menggunakan gas klor beracun.
"Laporan-laporan ini, jika dikonfirmasi, mengerikan dan menuntut tanggapan segera oleh masyarakat internasional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert.
"Rezim Assad dan pendukungnya harus bertanggung jawab dan serangan lebih lanjut segera dicegah. Rusia, dengan dukungannya yang tidak tergoyahkan terhadap rezim, pada akhirnya memikul tanggung jawab atas serangan brutal ini," lanjutnya.
Rezim Suriah telah berulang kali dituduh menggunakan senjata kimia, salah satunya serangan gas sarin mematikan di desa Khan Khanun yang dikuasai oposisi pada April 2017.
Sejak 18 Februari, serangan Ghouta rezim telah menewaskan lebih dari 1.600 warga sipil. Rezim telah menggunakan kombinasi serangan gencar militer dan dua penarikan yang dirundingkan untuk mengosongkan 95% daerah kantong dekat Damaskus, tapi pemberontak masih di kota terbesarnya, Douma. (AFP/A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved