Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Sekitar 130 orang lainnya terluka dalam kebakaran tersebut, yang terjadi beberapa minggu sebelum ribuan atlet dan pengunjung asing diperkirakan tinggal di negara tersebut untuk mengikuti Olimpiade Musim Dingin.
Kejadian tersebut adalah kebakaran besar kedua di Korsel dalam sebulan, dan para pejabat mengakui bahwa tidak ada sistem penyiram yang dipasang di rumah sakit.
Video yang diunggah di media sosial menunjukkan proses penyelamatan yang mengharubiru, seorang pasien bergelantungan dengan memegangi tali yang menggantung dari sebuah helikopter di atas rumah sakit di Miryang. Di ujung selatan rumah sakit ada satu lagi pasien yang merangkak keluar dari jendela untuk menuruni tangga.Korban tewas ditemukan dalam jumlah yang terus bertambah pada pagi hari. Rata-rata mereka tidak berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api yang menjalar dengan cepat. Upaya penyelamatan menjadi sia-sia sebab korban saat hanedak dijauhkan dari api tidak berhasil karena mereka pasrah akibat luka bakar yang diderita sebelumnya.
“Tiga dari korban tewas adalah staf medis,” kata seorang pejabat. Dua perawat mengatakan bahwa mereka telah melihat api tiba-tiba menjalar dengan cepat di ruang gawat darurat. Semua korban tewas berada di rumah sakit,” kata kepala pemadam kebakaran Choi Man-Woo.Adapun, korban selamat dievakuasi dan dibalut selimut. Tampak petugas pemadam kebakaran melalui pintu darurat membawa korban setelah api sudah berhasil dipadamkan.
Jang Yeong-Jae, seorang pasien yang selamat mengatakan bahwa dia berada di lantai dua saat perawat berteriak di lorong dan memerintahkan semua orang yang ada di ruangan untuk pergi melalui pintu darurat."Tapi ketika saya membuka pintu keluar, seluruh tangga dipenuhi asap gelap dan saya tidak dapat melihat apa-apa," kata Joong Ang Ilbo isteri Jang Yeong-Jae kepada harian Seoul.
Lebih lanjut, Jang mengatakan, semua orang berlarian dengan panik, sehingga banyak yang terjatuh dan berteriak minta tolong saat asap memenuhi ruangan.
Ia pun merobek kain jendela yang terbuka dan melarikan diri melalui tangga yang didirikan oleh petugas pemadam kebakaran. "Ada begitu banyak pasien lanjut usia di lantai lain. Saya ingin tahu apakah mereka lolos dengan selamat," kata Joong Ang.
Direktur Rumah Sakit Son Gyeong-Cheol mengaku tidak ada sistem sprinkler atau pemadam api di gedung tersebut. “Tidak ada seperti yang diminta berdasarkan undang-undang pencegahan kebakaran,” katanya.
Namun dia menambahkan pihak rumah sakit sebenarnya telah merencanakan untuk memasangnya dalam minggu depan untuk mematuhi peraturan baru yang mulai berlaku pada Juni.
Dugaan sementara api berasal dari dua pendingin udara (AC) di ruang gawat darurat dan api cepat menjalar ke ruangan lainnya. "Kami menduga terjadi konsleting listrik."
Kepala Pemadam Kebakaran Miryang Choi Man-Woo meminta maaf karena gagal menyelamatkan setiap orang yang terjebak dalam api.
"Ketika regu reaksi cepat tanggap kami tiba di lokasi kejadian, bangunan itu sudah diliputi asap tebal dan api sehingga petugas tidak dapat masuk ke dalamnya untuk melakukan penyelamatan," kata Choi.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-In begitu mendengar kejadian nahas itu langsung mengadakan pertemuan darurat dengan para penasihatnya, dan meminta penyelidikan segera penyebab kebakaran tersebut. (AFP/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved